
Industri kripto Korea Selatan kembali diguncang setelah Upbit, exchange terbesar di negara tersebut, kehilangan 44,5 miliar won (sekitar US$30 juta) akibat serangan siber pada 27 November 2025.
Serangan ini diduga dilakukan oleh grup hacker Lazarus asal Korea Utara, kelompok yang sudah lama dikenal karena operasi sibernya terhadap lembaga keuangan dan proyek blockchain global.
Yang memperburuk situasi, peretasan ini terjadi di hari yang sama dengan pengumuman merger besar antara Dunamu (induk Upbit) dan Naver senilai US$10,3 miliar (sekitar Rp160 triliun).
Kedua peristiwa itu menciptakan tekanan besar di pasar dan menimbulkan pertanyaan serius tentang kesiapan infrastruktur keamanan siber Korea di tengah ekspansi Web3 yang pesat.
Modus Cross-Chain Laundering,Dana Diputar Lewat 185 Wallet
Lazarus menggunakan teknik cross-chain laundering, metode pencucian dana yang memanfaatkan lintas blockchain untuk menyulitkan pelacakan.
Mereka menukar 24 token berbasis Solana (SOL) menjadi WSOL dan SOL, lalu menyebarkan aset ke 185 wallet berbeda sebelum menjembatani dana ke jaringan Ethereum dan mengonversinya menjadi ETH senilai lebih dari US$1,6 juta.
Menurut laporan analis blockchain, kelompok ini menggunakan protokol Allbridge untuk menciptakan celah likuiditas buatan, dengan setiap transaksi berkisar US$200.000–300.000.
Pola ini meniru aktivitas trading alami agar sulit dideteksi sistem keamanan exchange.
Aset utama yang digunakan dalam pencucian lintas-chain ini meliputi:
- Solana (SOL) — jalur utama distribusi dana curian.
- Wrapped SOL (WSOL) — aset jembatan antar jaringan.
- Ethereum (ETH) — titik akhir konversi hasil pencurian dan likuidasi.
Dunamu Tertekan, Denda Rekor dan Lisensi Terancam
Sebelum serangan ini, Dunamu sudah berada dalam sorotan regulator karena berbagai pelanggaran kepatuhan.
Awal November, Financial Intelligence Unit (FIU) menjatuhkan denda terbesar dalam sejarah industri kripto Korea Selatan, yakni 35,2 miliar won (US$26,5 juta).
Regulator menemukan beberapa pelanggaran serius, antara lain:
- Kegagalan verifikasi KYC hingga 5,3 juta kali, menunjukkan lemahnya sistem identifikasi pengguna.
- Tidak memblokir 3,3 juta transaksi ilegal, yang berpotensi digunakan untuk pencucian uang.
- Mengabaikan 15 laporan aktivitas mencurigakan (SAR) tanpa tindakan lanjutan.
- Sistem pemantauan transaksi dinilai tidak sesuai dengan standar anti-pencucian uang (AML).
Akibatnya, lisensi VASP (Virtual Asset Service Provider) milik Dunamu kini dalam status pembekuan. Jika terbukti lalai dalam kasus peretasan Lazarus, Dunamu bisa kehilangan izin operasional hingga 2026. Namun jika terbukti serangan berasal dari luar sistem, regulator dapat memberi pengecualian, seperti kasus serupa pada 2019.
Merger Naver–Dunamu di Ujung Tanduk
Rencana merger senilai US$10,3 miliar antara Naver dan Dunamu kini berada di bawah pengawasan ketat regulator. Kesepakatan ini awalnya dirancang untuk menciptakan infrastruktur Web3 dan stablecoin berbasis won (KRW) sebagai langkah besar Korea menuju ekonomi digital.
Namun setelah insiden ini, otoritas mulai meninjau ulang seluruh proses merger untuk memastikan tidak ada kelemahan keamanan internal. Jika terbukti ada pelanggaran, merger dapat:
- Ditunda hingga hasil investigasi keluar,
- Dibatalkan bila ditemukan pelanggaran berat,
- Atau dilanjutkan dengan syarat pengawasan ketat bila serangan dinilai eksternal.
Kasus ini akan menjadi tolok ukur apakah industri kripto Korea siap menyeimbangkan ekspansi dengan keamanan yang kuat di tengah tekanan geopolitik dan risiko lintas-chain.
Kesimpulan
Kasus dugaan peretasan oleh Lazarus Group menjadi pengingat bahwa bahkan exchange terbesar pun tak kebal terhadap ancaman siber lintas blockchain.
Kerugian ratusan miliar, denda rekor, dan merger bernilai triliunan rupiah kini menjadi satu rangkaian krisis yang menguji kepercayaan publik terhadap kripto di Korea Selatan.
Keberhasilan regulator dan industri dalam menanggapi kasus ini akan menentukan arah masa depan ekosistem kripto Korea, apakah menuju transparansi dan penguatan keamanan, atau terjebak dalam krisis kepercayaan jangka panjang.
Disclaimer
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi. Market kripto bersifat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau perdagangan aset digital.
Bergabung dengan MEXC dan mulai trading hari ini
Daftar


