
GameStop akhirnya menjelaskan perpindahan 4.709 BTC ke Coinbase yang sempat memicu spekulasi jual paksa pada Januari. Dalam laporan tahunan 10-K ke SEC, perusahaan menyebut Bitcoin itu dijaminkan ke Coinbase Credit sebagai bagian dari strategi covered call, bukan dijual ke pasar.

Pengungkapan ini menutup spekulasi lama setelah analis onchain melihat seluruh kepemilikan Bitcoin GameStop berpindah ke Coinbase Prime.
Sebelumnya, perpindahan itu dibaca sebagai sinyal bahwa perusahaan sedang keluar dari posisi BTC yang dibangun pada 2025.
Bitcoin Dijaminkan, Upside Dibatasi
Dalam filing tersebut, GameStop menjelaskan bahwa pada kuartal keempat fiskal 2025 mereka menjual covered call options atas sebagian Bitcoin yang dimiliki, lalu menjaminkan 4.709 BTC sebagai collateral. Strike price kontrak berada di kisaran US$105.000–US$110.000, dengan jatuh tempo hingga 27 Maret 2026.
Struktur ini membuat GameStop tetap punya eksposur ekonomi ke Bitcoin, tetapi upside-nya dibatasi jika harga melonjak melewati strike. Sebagai gantinya, perusahaan memperoleh premium income dari penjualan opsi. Filing tersebut mencatat liabilitas derivatif US$700.000 per 31 Januari 2026 dan unrealized gain sekitar US$2,3 juta dari posisi itu.
Kepemilikan Langsung Tinggal 1 BTC
Karena BTC yang dijaminkan berada di bawah perjanjian dengan Coinbase Credit, GameStop tidak lagi mengakui aset tersebut sebagai kepemilikan digital asset langsung di neraca. Perusahaan menyebut pledged Bitcoin itu di-derecognize sebagai intangible asset dan diganti dengan pengakuan digital assets receivable senilai US$368,3 juta.
Secara praktis, GameStop kini hanya melaporkan 1 BTC yang tidak ikut dijaminkan. Meski klasifikasi akuntansinya berubah, perusahaan menegaskan bahwa eksposur ekonominya tetap konsisten dengan kepemilikan langsung atas Bitcoin yang mendasarinya.
Strategi Baru, Tapi Tekanan BTC Tetap Terlihat
GameStop pertama kali mengakumulasi 4.710 BTC pada Mei 2025, beberapa bulan setelah dewan menyetujui Bitcoin sebagai treasury reserve asset. Saat pembelian diumumkan, nilainya diperkirakan sekitar US$513 juta berdasarkan harga pasar waktu itu.
Namun pada 31 Januari 2026, perusahaan juga mencatat unrealized loss US$59,7 juta terkait posisi Bitcoin tersebut, sejalan dengan penurunan harga BTC dari puncak 2025. Jadi, yang dilakukan GameStop bukan keluar dari posisi, melainkan mengubah cara memonetisasi cadangan BTC lewat opsi jangka pendek sambil tetap mempertahankan eksposur dasarnya.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan di market crypto maupun saham terkait aset digital.
Aproveite os tokens mais populares, airdrops diários, taxas extremamente baixas e liquidez abrangente
Inscreva-se