Ringkasan pasar
Pasar Bitcoin memasuki Desember 2025 dalam kondisi yang lebih rapuh dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Kejutan likuidasi pada Oktober merusak neraca penyedia likuiditas, arus ETF mengalami tekanan, dan metrik on‑chain terbaru menunjukkan perubahan dari dominasi penjualan menjadi fase netral. Kombinasi ini menciptakan lingkungan di mana katalis kecil — dari kebijakan moneter AS hingga aliran dana ETF — berpotensi memicu pergerakan harga besar dalam waktu singkat.

Akar masalah: guncangan likuiditas pasca‑Oktober
Pasar kripto masih merasakan dampak kejutan likuidasi yang terjadi pada Oktober. Peristiwa tersebut menghapus miliaran dolar posisi leverage, memaksa banyak market maker dan desk likuiditas untuk mengurangi eksposur dan modal risiko. Akibatnya, kedalaman buku order di banyak bursa utama menyusut tajam, membuat eksekusi ukuran besar lebih rentan menimbulkan slippage signifikan.
Secara praktis, penurunan likuiditas berarti pergerakan harga yang sebelumnya membutuhkan katalis besar kini bisa terpicu oleh berita atau arus modal yang relatif kecil. Dalam konteks Bitcoin, harga yang turun hampir 30% dari puncak menuju level akhir‑2025 mencerminkan kombinasi tekanan jual awal dan berkurangnya kemampuan pasar untuk menyerap penjualan besar tanpa lonjakan volatilitas.
Dampak pada penyedia likuiditas
- Modal risiko yang ditarik menyebabkan spread melebar dan ketersediaan inventori menurun.
- Market maker cenderung menahan diri pada kondisi volatilitas tinggi, memperpanjang periode likuiditas rendah.
- Ketika neraca mereka belum pulih, pasar tetap rentan terhadap fluktuasi harga ekstrim.
Indikator on‑chain: penjual mulai kehilangan dominasi
Beberapa metrik on‑chain memberi sinyal perubahan pola tekanan jual. Indikator Spot Taker CVD 90 hari, yang mengukur akumulasi volume order pasar agresif di spot exchange, bergerak dari fase dominasi jual menuju posisi yang lebih netral. Peralihan ini menunjukkan penurunan aktivitas selling taker secara agresif, yang sering kali merupakan pertanda bahwa gelombang penjualan besar telah mereda.
Namun, netralnya indikator tersebut bukan berarti pembeli mendominasi pasar. Sebaliknya, pasar tampak memasuki fase keseimbangan yang khas di akhir siklus bearish: penjualan terbatas, namun permintaan belum cukup kuat untuk memicu pemulihan berkelanjutan.
Indikator pendukung
- Funding rates pada pasar futures bergerak mendekati nol, menandakan pengurangan tekanan leverage jangka pendek.
- Open interest berfluktuasi seiring penyesuaian leverage, mencerminkan pengurangan eksposur spekulatif.
- Aliran masuk/keluar ETF pada November menunjukkan volatilitas arus institusional, memperkuat ketidakpastian arah jangka pendek.
Peran pinjaman berkolateral dan kerentanan leverage
Salah satu dinamika penting yang memperkuat kerentanan pasar adalah peningkatan penggunaan Bitcoin sebagai jaminan di platform pinjaman kripto. Data menunjukkan bahwa proporsi BTC sebagai kolateral di beberapa platform pinjaman tetap tinggi — dalam rentang mayoritas kolateral selama beberapa bulan terakhir. Pendanaan ini mengurangi tekanan jual spot langsung karena pemilik memilih meminjam menggunakan BTC alih‑alih melepas aset mereka.
Di satu sisi, perilaku ini menstabilkan harga jangka pendek karena mengurangi jumlah penjualan langsung. Di sisi lain, mekanisme pinjaman ini menimbulkan risiko likuidasi bersyarat: jika harga Bitcoin turun lebih jauh, posisi‑posisi berkolateral dapat terpicu likuidasi, memicu putaran penjualan terpaksa yang memperparah volatilitas dalam order book yang tipis.
Rangkaian risiko
- Pemilik yang menggunakan BTC sebagai kolateral berisiko dilikuidasi pada penurunan tajam harga.
- Buku order tipis memperbesar dampak likuidasi terpaksa terhadap harga pasar.
- Kombinasi leverage tersisa dan aliran ETF yang tidak stabil dapat mempercepat pergerakan ekstrem.
Konstelasi makro: apa yang dapat menjadi pemicu?
Dalam jangka pendek, arah pergerakan Bitcoin dipengaruhi oleh beberapa faktor makro dan struktural yang saling berinteraksi. Berikut faktor utama yang perlu diwaspadai menjelang dan selama Desember 2025:
- Kebijakan moneter AS: Ekspektasi pelonggaran atau nada dovish dari Federal Reserve berpotensi mendorong aliran modal kembali ke aset berisiko, termasuk kripto. Sebaliknya, peringatan inflasi atau kenaikan suku bunga lanjutan dapat menekan pasar lagi.
- Arus ETF: Net inflows atau outflows pada produk ETF Bitcoin tetap menjadi katalis besar bagi likuiditas institusional dan harga spot.
- Data makro ekonomi: NFP, inflasi inti, dan indikator pertumbuhan dapat mengubah sentimen risiko global dan mempengaruhi aset kripto.
- Peristiwa pasar kripto: Likuidasi besar, masalah teknis di bursa, atau berita regulasi dapat memperberat situasi likuiditas yang sudah rapuh.
Skenario yang mungkin terjadi di Desember 2025
Berdasarkan kondisi saat ini, ada beberapa jalur pergerakan yang realistis untuk Bitcoin selama sisa tahun ini. Masing‑masing memiliki probabilitas berbeda tergantung perkembangan makro dan on‑chain.
Skenario A — Rebound cepat (skenario bullish moderat)
- Pemicu: Nada dovish dari Fed, pengurangan tekanan inflasi, dan arus masuk ETF positif.
- Dinamika: Order book tipis membuat rebound lebih tajam karena pembeli institusional memanfaatkan likuiditas rendah untuk mengakumulasi.
- Risiko: Rebound yang cepat dapat diikuti oleh koreksi jika likuiditas belum pulih sepenuhnya.
Skenario B — Konsolidasi panjang (skenario netral)
- Pemicu: Data makro yang mixed, arus ETF yang fluktuatif, dan netralnya indikator on‑chain.
- Dinamika: Harga bergerak menyamping dalam kisaran sempit saat pasar menunggu katalis baru.
- Risiko: Pengaplikasian leverage pada level tertentu dapat memicu gelombang kecil volatilitas.
Skenario C — Penurunan lanjutan (skenario bearish)
- Pemicu: Kenaikan suku bunga tak terduga, arus keluar ETF besar, atau likuidasi berantai dari pinjaman berkolateral.
- Dinamika: Penjualan terpaksa pada order book tipis memicu penurunan tajam dalam waktu singkat.
- Risiko: Volatilitas ekstrim, likuidasi luas, dan penurunan ke level support yang signifikan.
Apa yang harus dipantau oleh pelaku pasar dan trader
Untuk menghadapi potensi pergerakan besar, pelaku pasar disarankan memantau metrik on‑chain dan indikator likuiditas utama secara real time. Berikut daftar prioritas:
- Spot Taker CVD 90 hari: pergeseran dari negatif ke netral atau positif dapat menandai perubahan tekanan jual.
- Funding rates dan open interest di pasar futures: penurunan mendekati nol menandakan pengurangan leverage dan risiko rollover.
- Depth buku order (order book depth) di beberapa bursa besar: mengukur kemampuan pasar menyerap perdagangan besar.
- Proporsi BTC sebagai kolateral pada platform pinjaman: level tinggi menandakan potensi likuidasi berantai.
- Arus ETF harian/mingguan: indikator sentimen institusional dan suplai/permintaan di pasar spot.
- Data makro utama: pernyataan bank sentral, angka inflasi, dan data tenaga kerja AS.
Implikasi jangka menengah untuk pasar kripto 2025
Pada tahun 2025, pasar kripto mengalami fase transisi: adopsi institusional terus berlanjut melalui produk seperti ETF, namun pasar tetap sensitif terhadap kondisi likuiditas yang cepat berubah. Struktur pasar saat ini mencerminkan perpaduan antara pemulihan infrastruktur institusional dan sisa‑sisa siklus leverage sebelumnya. Hasilnya, volatilitas yang tinggi tetap menjadi fitur utama, terutama ketika pasar mencoba menetapkan level harga baru di bawah arus modal institusional yang lebih besar.
Bagi investor jangka panjang, periode likuiditas rendah bisa menjadi momen untuk menilai ulang ukuran posisi dan strategi manajemen risiko. Bagi trader jangka pendek, fleksibilitas modal, penggunaan stop loss yang disiplin, dan pemantauan metrik on‑chain secara aktif menjadi kunci untuk menavigasi pergerakan tajam yang mungkin terjadi.
Kesimpulan
Memasuki Desember 2025, Bitcoin berdiri di persimpangan penting: likuiditas yang rusak setelah gelombang likuidasi Oktober, perubahan pola on‑chain menuju netralitas penjualan, dan tingginya penggunaan BTC sebagai kolateral menciptakan lingkungan yang rapuh namun potensial untuk pergerakan tajam. Arah selanjutnya sangat bergantung pada sinyal makro — khususnya kebijakan moneter AS — serta arus ETF dan kondisi likuiditas di bursa.
Pelaku pasar dianjurkan tetap waspada, memantau indikator likuiditas dan on‑chain utama, serta menyiapkan rencana manajemen risiko yang sesuai mengingat kemungkinan pergerakan tajam yang singkat namun berdampak besar.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia untuk publik.
MEXC tidak memverifikasi atau menjamin keakuratan konten pihak ketiga.
Pembaca harus melakukan riset sendiri sebelum membuat keputusan investasi.
Bergabung dengan MEXC dan mulai trading hari ini
Daftar


