Abstrak
Selama Mei–Juni 2026, jumlah insiden keamanan kripto di seluruh industri tetap tinggi. Berdasarkan data agregat dari sejumlah lembaga pemantauan blockchain utama, terdapat 142 insiden keamanan independen yang terkonfirmasi selama periode tersebut, dengan kerugian finansial terverifikasi mencapai sekitar US$194 juta. Insiden keamanan DeFi menyumbang 55% dari total insiden, dengan kerugian terkait sekitar US$150 juta, menjadikan DeFi sebagai sumber risiko terbesar selama periode pelaporan.
Secara keseluruhan, metode serangan menunjukkan tanda-tanda diversifikasi, peningkatan skala, dan penggunaan teknik yang semakin canggih. Penyerang memperlihatkan kemampuan yang lebih baik dalam mengeksploitasi kerentanan baru maupun lama. Cross-chain bridge, pengelolaan private key, dan endpoint user menjadi tiga titik lemah utama dalam lanskap risiko keamanan industri selama periode tersebut.
Dalam kondisi tersebut, MEXC terus mengembangkan framework perlindungan aset yang dapat diverifikasi dengan MEXC Trust sebagai pusatnya. Selama Mei–Juni, total saldo MEXC Futures Insurance Fund mencapai 750.854.749 USDT, tumbuh sekitar 34,2% dibandingkan periode pelaporan sebelumnya. Rasio cadangan untuk aset utama tetap berada di atas 100%, dengan rasio cadangan BTC mencapai 269,35%. Pada periode yang sama, MEXC mengidentifikasi dan membatasi 9.518 akun yang terkait dengan aktivitas risiko terorganisasi, merespons 497 permintaan investigasi eksternal, serta membantu pemulihan 812 deposit user yang salah kirim.
I. Overview
Selama Mei–Juni, industri kripto mencatat 142 insiden keamanan dengan kerugian finansial yang dapat diatribusikan secara jelas mencapai sekitar US$194 juta. Insiden tersebut mencakup berbagai permukaan serangan, termasuk kerentanan smart contract pada protokol DeFi, phishing scam yang menargetkan user, risiko private key dan izin akses pada platform tersentralisasi, serangan terhadap endpoint developer dan supply chain, serta “wrench attack” atau serangan pemaksaan fisik dan ancaman lainnya.
Berdasarkan jumlah insiden, distribusi insiden keamanan selama Mei–Juni adalah sebagai berikut:
1.1 Kerugian Finansial Berdasarkan Kategori
Berdasarkan nilai kerugian finansial, distribusi insiden keamanan selama Mei–Juni adalah sebagai berikut:
Insiden keamanan DeFi juga menjadi sumber risiko terbesar selama periode pelaporan, dengan kerugian terkait mencapai sekitar US$150 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan kategori lainnya. Data tersebut memperlihatkan bahwa cross-chain bridge, smart contract, dan skenario yang melibatkan konsentrasi aset on-chain tetap menjadi target utama penyerang.
Kerugian Finansial Berdasarkan Kategori Keamanan (Mei–Juni 2026)
Satuan: US$10.000
| Kategori | Kerugian |
|---|---|
| Keamanan Tersentralisasi | 1.468 |
| Keamanan DeFi | 15.000 |
| Phishing dan Scam | 1.746 |
| Keamanan Endpoint dan Supply Chain | 1.113 |
| Ancaman Lainnya | 1.110 |
II. Kasus Representatif
1. Keamanan Tersentralisasi
- Humanity Protocol mengalami serangan yang menyebabkan total kerugian lebih dari US$31 juta dan menjadi insiden keamanan dengan kerugian tunggal terbesar selama periode dua bulanan tersebut. Serangan dilaporkan terjadi setelah seorang anggota foundation menjadi target kelompok peretas Korea Utara melalui campaign phishing berbasis social engineering, yang menyebabkan kompromi private key. Sumber: https://x.com/Humanityprot/status/2065480523057647652
- Polymarket mengalami dua insiden keamanan berturut-turut selama periode tersebut, dengan total kerugian sekitar US$3,6 juta. Insiden pertama disebabkan oleh kebocoran private key wallet yang digunakan untuk operasional internal dan distribusi reward, sehingga menimbulkan kerugian sekitar US$600.000. Insiden kedua berasal dari kompromi terhadap penyedia layanan pihak ketiga. Kode berbahaya disisipkan ke frontend dan menyebabkan kerugian aset user sekitar US$3 juta. Sumber: https://decrypt.co/372129/polymarket-refund-users-scammers-swipe-millions-website-exploit, https://x.com/ShantikiranC/status/2057754616230514957
- Gravity Bridge, cross-chain bridge dalam ekosistem Cosmos, diduga mengalami kompromi akibat kebocoran signing key, yang menyebabkan aset senilai sekitar US$5,4 juta dicuri. Sumber: https://x.com/SpecterAnalyst/status/2060613063816941820
2. Keamanan DeFi
- TrustedVolumes mengalami serangan akibat kerentanan smart contract, yang menyebabkan kerugian sekitar US$6,7 juta. Sumber: https://x.com/trustedvolumes/status/2052235435292910005
- Syscoin Bridge dieksploitasi melalui kerentanan dalam proses validasi bridge, yang menyebabkan kerugian sekitar US$10 juta. Sumber: https://x.com/syscoin/status/2063749418365665413
- Verus-Ethereum Bridge mengalami serangan akibat kelemahan dalam proses verifikasi pesan cross-chain, yang menyebabkan kerugian sekitar US$11,58 juta. Sumber: https://x.com/blockaid_/status/2056176541785034803
3. Phishing dan Scam
- Akun X terverifikasi milik Keith Gill (@TheRoaringKitty) diretas dan digunakan untuk mempromosikan memecoin Solana bernama $RKC atau Red Kitten Crew. Peretas memperoleh keuntungan lebih dari US$500.000. Sumber: https://ourcryptotalk.com/news/roaring-kitty-x-account-hacked-to-scam-rkc-token
- Seorang whale Polymarket bernama AdrianCronauer dilaporkan menjadi target serangan phishing yang menyebabkan kerugian lebih dari US$2 juta. Sumber: https://www.theblockbeats.info/flash/348673
- Pelaku scam menggunakan iklan Uniswap palsu di Google untuk menjalankan campaign phishing dan memperoleh keuntungan ilegal setidaknya US$400.000. Sumber: https://cointelegraph.com/news/scammers-make-400k-through-fake-uniswap-ads-on-google
4. Keamanan Endpoint dan Supply Chain
- Kelompok ancaman Korea Utara Lazarus tetap sangat aktif dengan memanfaatkan campaign “Contagious Interview” untuk menyamar sebagai proses rekrutmen di sektor cryptocurrency dan DeFi. Penyerang membujuk developer blockchain untuk melakukan cloning repository berisi kode berbahaya dengan tujuan mencuri credential. Laporan lain juga menunjukkan bahwa Lazarus menggunakan campaign phishing berbasis social engineering untuk menyebarkan Remote Access Trojan tanpa file baru bernama “RemotePE”, yang menargetkan organisasi perbankan dan cryptocurrency. Sumber: https://opensourcemalware.com/blog/lazarus-group-uses-git-hooks-to-hide-malware https://www.cryptopolitan.com/north-korea-lazarus-target-crypto-banks/
- Malware supply chain berbasis Rust bernama IronWorm menargetkan lingkungan developer dan ekosistem Web3, sehingga menimbulkan risiko terhadap infrastruktur pengembangan cryptocurrency. Sumber: https://x.com/SlowMist_Team/status/2062426026605441481
- User perlu mewaspadai aktivitas phishing yang menggunakan ekstensi Chrome TronLink palsu. Halaman phishing jarak jauh tersebut meniru interface resmi TronLink web wallet secara hampir sempurna untuk mencuri mnemonic phrase, private key, file Keystore, dan password. Sumber: https://x.com/SlowMist_Team/status/2053733043853238399
5. Ancaman Lainnya
- “Wrench attack”, yaitu serangan pemaksaan fisik yang menargetkan holder kripto, terus meningkat. Berdasarkan data CertiK, terdapat 34 wrench attack secara global selama empat bulan pertama 2026. Jumlah tersebut meningkat 41% secara tahunan dan menyebabkan kerugian sekitar US$101 juta. Sebanyak 82% dari serangan tersebut terjadi di Eropa. Sumber: https://www.theblock.co/post/400601/crypto-wrench-attacks-rise-victims-family-members-risk-certik
- Google Threat Intelligence mengonfirmasi bahwa pelaku kejahatan siber memanfaatkan model artificial intelligence untuk menemukan dan mengeksploitasi kerentanan zero-day. Sumber: https://cloud.google.com/blog/topics/threat-intelligence/ai-vulnerability-exploitation-initial-access
- Percepatan pengembangan teknologi kuantum yang didorong AI dapat mempercepat munculnya ancaman terhadap keamanan cryptocurrency. Para ahli memperingatkan bahwa perkembangan AI dapat mempercepat kemajuan komputasi kuantum, yang berpotensi memengaruhi keamanan jangka panjang sistem kriptografi yang digunakan dalam aset digital. Sumber: https://www.coindesk.com/tech/2026/05/24/ai-is-speeding-up-the-quantum-threat-to-crypto-security-experts-warn
III. Ringkasan Tren Keamanan Industri selama Mei–Juni
Secara keseluruhan, ancaman keamanan kripto selama Mei–Juni menunjukkan beberapa karakteristik berikut:
3.1 Private Key dan Izin Internal Tetap Menjadi Titik Lemah
Sejumlah insiden menunjukkan bahwa pengelolaan private key dan kontrol akses internal masih menjadi kelemahan penting di seluruh industri. Kompromi terhadap satu endpoint dapat memberikan kontrol penuh atas multisignature wallet dan menyebabkan kerugian hingga puluhan juta dolar.
Mengingat besarnya dampak finansial dan luasnya konsekuensi dari insiden tersebut, perlindungan teknis saja tidak lagi memadai. Sistem pemantauan internal yang menyeluruh dan kemampuan merespons insiden tetap menjadi kebutuhan utama.
3.2 Cross-Chain Bridge dan Kerentanan Smart Contract Tetap Menjadi Permukaan Serangan Utama
Platform decentralized finance atau DeFi tetap menyumbang bagian terbesar dari insiden keamanan selama periode pelaporan. Cross-chain bridge dan kerentanan smart contract menjadi vektor serangan utama.
Penyerang terus mengeksploitasi kelemahan dalam logika smart contract dan mekanisme verifikasi cross-chain untuk memperoleh hasil yang tidak proporsional dibandingkan modal awal yang relatif terbatas. Karena memiliki konsentrasi aset tinggi dan proses verifikasi yang kompleks, cross-chain bridge tetap menjadi salah satu target dengan risiko tertinggi dalam industri.
Tim proyek perlu terus memperkuat audit keamanan sebelum deployment serta melakukan adversarial testing untuk mengidentifikasi potensi kelemahan sebelum sistem diluncurkan.
3.3 Phishing Scam Berkembang dari Penipuan Terpisah Menjadi Intrusi Terorganisasi
Serangan berbasis social engineering terus berkembang. Penyerang semakin sering memanfaatkan akun X yang telah dikompromikan, iklan search engine, dan kode berbahaya yang disisipkan melalui penyedia layanan pihak ketiga untuk menargetkan user.
Serangan tersebut menjadi semakin terorganisasi dan terkoordinasi, sehingga menimbulkan ancaman berkelanjutan yang secara langsung menargetkan perangkat serta interface interaksi user.
3.4 Lingkungan Developer Menjadi Titik Peluncuran Serangan
Peretas yang didukung pemerintah Korea Utara tetap menjadi ancaman terbesar terhadap digital supply chain industri. Kelompok seperti Lazarus terus menyisipkan kode berbahaya tersembunyi ke dalam ekosistem software open-source publik.
Mereka menggunakan platform software developer populer seperti npm dan PyPI untuk membujuk user mengunduh package berbahaya, sehingga memungkinkan peretas mengambil alih sistem dari dalam.
Setelah lingkungan developer dikompromikan, kontaminasi supply chain dapat menyebar dengan cepat ke berbagai proyek. Dampaknya dapat meluas jauh melampaui satu aplikasi.
3.5 Serangan Fisik dan Eksploitasi Kerentanan Berbantuan AI Meningkat
Walaupun jumlahnya relatif lebih sedikit, ancaman tersebut memiliki potensi dampak yang besar. Wrench attack terus meningkat dan berkembang dari insiden terpisah menjadi ancaman keamanan regional yang semakin terorganisasi.
Pengembangan kerentanan zero-day dengan bantuan AI juga mulai bergerak dari riset teoretis menuju penerapan praktis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan penyerang dalam menemukan kerentanan, membangun rangkaian serangan, dan menjalankan eksploitasi otomatis dapat terus meningkat.
IV. MEXC Trust: Perlindungan Aset yang Dapat Diverifikasi dan Penyangga Risiko
4.1 Futures Insurance Fund Melampaui 750 Juta USDT
Per 29 Juni 2026, total saldo MEXC Futures Insurance Fund mencapai 750.854.749 USDT. Jumlah tersebut meningkat sekitar 191 juta USDT dari 559.465.757 USDT yang diungkapkan pada periode pelaporan sebelumnya, atau tumbuh sekitar 34,2%.
Futures Insurance Fund terutama dirancang untuk mengatasi potensi kekurangan posisi dalam kondisi market ekstrem, mengurangi kemungkinan terpicunya Auto-Deleveraging atau ADL, serta mendukung settlement yang tertib di futures market.
User dapat melihat informasi terkait melalui bagian Futures – Data – Insurance Fund di situs MEXC serta halaman Proof of Trust.
4.2 Aset Utama Tetap Mempertahankan Cadangan Berlebih
Selain menyediakan penyangga risiko untuk futures market, MEXC terus memberikan cakupan aset yang dapat diverifikasi secara on-chain melalui mekanisme Proof of Reserves.
Per tanggal pelaporan, rasio cadangan aset utama MEXC adalah sebagai berikut:
- BTC: Rasio cadangan sebesar 269,35%, dengan aset wallet sekitar 12.656,63 BTC dan aset user terkait sekitar 4.698,90 BTC.
- ETH: Rasio cadangan sebesar 118,14%, dengan aset wallet sekitar 77.527,30 ETH dan aset user terkait sekitar 65.624,74 ETH.
- USDT: Rasio cadangan sebesar 113,95%, dengan aset wallet sekitar 2,139 miliar USDT dan aset user terkait sekitar 1,877 miliar USDT.
- USDC: Rasio cadangan sebesar 125,41%, dengan aset wallet sekitar 95,41 juta USDC dan aset user terkait sekitar 76,08 juta USDC.
Data cadangan tersebut tersedia secara publik melalui alamat on-chain dan mekanisme Merkle Tree Proof of Reserves. Sistem ini memungkinkan user memverifikasi cakupan aset atas saldo yang mereka miliki.
4.3 Guardian Fund Mempertahankan Struktur Cadangan Ganda
MEXC Guardian Fund terus mempertahankan struktur cadangan ganda yang terdiri dari USDT dan BTC. Alamat penyimpanan terkait juga tetap dapat diverifikasi secara publik.
Sebelumnya, MEXC mengungkapkan bahwa Guardian Fund telah menambahkan 1.000 BTC ke dalam cadangannya, sehingga membentuk struktur cadangan ganda yang terdiri dari USDT dan BTC. Cadangan USDT terutama digunakan untuk menyediakan dukungan liquidity secara langsung, sedangkan cadangan BTC berfungsi sebagai aset cadangan jangka panjang yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan fund dalam mempertahankan nilai di berbagai siklus market.
Guardian Fund dan Futures Insurance Fund memiliki fungsi yang saling melengkapi. Guardian Fund berfokus pada perlindungan aset user di tingkat platform dan cadangan jangka panjang. Futures Insurance Fund dirancang untuk memberikan penyangga risiko bagi futures market selama periode volatilitas ekstrem.
Alamat wallet Guardian Fund:
- USDT: 0x469AfE803C54A36674C55231489Cf4b61da8c1bC
- BTC: 1MDVjZdX8QD212pT8Z8EMP7DuFQHKqN3mx
4.4 Identifikasi Akun Berisiko, Dukungan Investigasi Eksternal, dan Pemulihan Deposit Salah Kirim
Selama Mei–Juni, MEXC berhasil mengidentifikasi dan membatasi 9.518 akun yang terkait dengan aktivitas risiko terorganisasi. Akun-akun tersebut melibatkan 4.394 kelompok risiko.
Kelompok risiko tersebut terutama terkonsentrasi di region CIS dan Indonesia, dengan masing-masing melibatkan 2.096 dan 1.229 kelompok.
Dalam mendukung investigasi eksternal dan kerja sama dengan penegak hukum, MEXC menerima 497 permintaan investigasi selama periode pelaporan. Sebanyak 53 permintaan melibatkan bantuan pembekuan yudisial.
Platform berhasil mengintersepsi tujuh kasus yang melibatkan arus masuk dana berisiko dengan total 303.277,37 USDT. Seluruh kasus yang berhasil diintersepsi melibatkan bantuan pembekuan yudisial.
MEXC juga memberikan bantuan manual terhadap 812 permintaan user untuk mengembalikan deposit yang salah kirim. Total aset yang berhasil dikembalikan mencapai 343.515 USDT.
Seluruh kasus ditinjau secara manual dan diverifikasi secara on-chain. Pelacakan cross-chain juga dilakukan apabila diperlukan.
V. Kesimpulan: Dari Insiden Keamanan Industri Menuju Kepercayaan yang Dapat Diverifikasi
Insiden keamanan kripto yang tercatat selama Mei–Juni menunjukkan bahwa penyerang secara bersamaan mengeksploitasi kerentanan protokol, kelemahan verifikasi cross-chain, kekurangan dalam pengelolaan private key, infiltrasi supply chain, serta risiko dalam interaksi user.
Bagi platform trading, keamanan tidak lagi hanya berkaitan dengan perlindungan teknis yang berdiri sendiri. Keamanan telah menjadi kemampuan sistematis yang dibangun melalui cadangan aset, penyangga risiko, identifikasi risk control, kerja sama eksternal, dan mekanisme pemulihan aset.
Inti dari MEXC Trust adalah mengubah seluruh kemampuan tersebut menjadi infrastruktur keamanan yang transparan, dapat diverifikasi, dan terus beroperasi.
Melalui Proof of Reserves yang tersedia secara publik, Futures Insurance Fund, Guardian Fund, identifikasi akun berisiko, dukungan investigasi eksternal, dan mekanisme pemulihan deposit salah kirim, MEXC akan terus meningkatkan transparansi serta kemampuan verifikasi dalam perlindungan aset user.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar


