
Gedung Putih sedang mempertimbangkan rencana yang memberi pemerintah peran untuk meninjau model AI canggih sebelum dirilis ke publik. Reuters melaporkan pembahasannya mengarah ke kemungkinan executive order baru yang dapat membentuk kelompok kerja berisi pejabat pemerintah, aparat keamanan nasional, dan eksekutif teknologi. (Reuters)
Langkah itu akan menandai perubahan besar dari arah awal pemerintahan Trump, yang sejak Januari 2025 justru mencabut kebijakan AI era Biden dan menegaskan tujuan untuk menghapus hambatan terhadap kepemimpinan AI Amerika. Perintah eksekutif Trump saat itu secara eksplisit menempatkan “America’s global AI dominance” sebagai sasaran kebijakan.)
Kekhawatiran Utamanya Ada pada Risiko Keamanan
Pemicunya mengarah ke keamanan siber. Reuters menyebut pejabat AS khawatir model frontier dapat membantu user menemukan celah software, menulis kode berbahaya, atau mempercepat serangan siber bila dirilis tanpa kontrol tambahan.
Salah satu model yang disebut berada dalam radar diskusi adalah Claude Mythos milik Anthropic. Kekhawatiran terhadap kemampuan coding model itu ikut mempercepat perdebatan internal di Washington tentang apakah model tertentu perlu melalui jalur pemeriksaan sebelum tersedia luas.
Tekanan keamanan ini juga konsisten dengan kerangka AI Trump yang lebih baru. White House pada Maret 2026 menekankan bahwa kebijakan AI nasional harus sekaligus mendorong inovasi dan menangani persoalan yang menyangkut national security, scam berbasis AI, dan kepercayaan publik terhadap teknologi tersebut.
Scope Kebijakannya Akan Menentukan Reaksi Industri
Titik paling sensitif sekarang ada pada cakupan review-nya. Pemeriksaan yang sempit untuk model dengan implikasi keamanan nasional atau deployment di sistem pemerintah akan lebih mudah dibela. Sistem approval yang lebih luas untuk semua model frontier akan jauh lebih kontroversial karena bisa memperlambat peluncuran, menambah tekanan politik, dan memberi Washington pengaruh besar atas jadwal rilis teknologi swasta.
Masalah ini menjadi lebih tajam karena pemerintahan Trump selama ini justru menolak patchwork regulasi dan menempatkan pertumbuhan industri sebagai prioritas. Executive order Desember 2025 dari Gedung Putih menegaskan bahwa kebijakan AI nasional harus seragam, pro-inovasi, dan tidak dihambat oleh aturan yang saling bertabrakan di level negara bagian.
Artinya, kalau jalur review pra-rilis benar-benar maju, White House harus menyeimbangkan dua pesan yang selama ini berjalan bersamaan: Amerika ingin menang dalam perlombaan AI, tetapi juga tidak ingin model paling kuat bergerak tanpa pengawasan ketika implikasinya menyentuh cybersecurity dan keamanan negara.
Ini Bisa Jadi Ujian Kebijakan AI Terbesar Trump
Belum ada kebijakan final yang diumumkan, dan Reuters menegaskan Gedung Putih belum mengonfirmasi keputusan akhir. Namun pembahasan itu sendiri sudah cukup untuk menunjukkan bahwa model AI frontier kini mulai diperlakukan bukan hanya sebagai produk komersial, tetapi juga sebagai objek risiko strategis yang mungkin perlu ditinjau sebelum dilepas ke publik.
Kalau rencana ini benar-benar bergerak maju, dampaknya akan melampaui satu perusahaan atau satu model. Langkah itu akan menjadi ujian paling jelas sejauh ini tentang seberapa jauh pemerintahan Trump bersedia bergeser dari agenda deregulasi AI menuju kontrol pra-rilis untuk teknologi yang dianggap terlalu kuat atau terlalu berisiko.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar