
Western Union resmi meluncurkan USDPT, stablecoin pembayaran berdenominasi dolar AS yang dibangun di Solana. Token ini sepenuhnya didukung dolar AS, diterbitkan oleh Anchorage Digital Bank N.A., dan diposisikan sebagai settlement asset 24/7 untuk jaringan pembayaran global Western Union.
Peluncuran ini menandai langkah pertama Western Union ke pembayaran berbasis blockchain setelah perusahaan itu lama beroperasi sebagai pemain remitansi tradisional. Infrastruktur USDPT juga langsung dihubungkan ke sistem pembayaran Western Union untuk mendukung settlement, likuiditas, dan penggunaan konsumen berikutnya.
Fokus Awalnya Bukan Spekulasi, Tapi Settlement
Arah awal USDPT cukup jelas: token ini tidak diluncurkan sebagai produk kripto ritel biasa, tetapi sebagai lapisan settlement yang selalu aktif untuk mitra, agen, dan aliran pembayaran lintas negara. Western Union menyebut USDPT akan dipakai untuk treasury and agent settlement, global exchange support, serta Digital Asset Network yang menghubungkan exchange dan kustodian berlisensi ke infrastruktur payout mereka.
Western Union juga sudah menyiapkan produk konsumen bernama “Stable by Western Union,” yang ditargetkan meluncur di lebih dari 40 negara pada 2026. Jalur ini menunjukkan bahwa USDPT tidak berhenti pada settlement antar institusi, tetapi akan diperluas ke use case pembayaran dan spending yang lebih langsung.
Rollout awalnya dimulai di Bolivia dan Filipina, dua pasar yang disebut dalam pengumuman infrastruktur Fireblocks. Setelah itu, ekspansi direncanakan berlanjut sepanjang 2026, dengan target perluasan yang jauh lebih luas lewat jaringan Western Union.
Solana, Anchorage, dan Fireblocks Jadi Tiga Lapisan Inti
Dari sisi desain, struktur USDPT dibangun di atas tiga komponen utama. Solana dipakai sebagai blockchain berperforma tinggi, Anchorage Digital menjadi issuer yang berada di bawah kerangka perbankan federal AS, dan Fireblocks menyediakan wallet, settlement, serta financial operations infrastructure.
Susunan ini penting karena Western Union tidak sedang menguji stablecoin di lingkungan terbatas, tetapi langsung mendorongnya ke jaringan pembayaran nyata. Anchorage menekankan bahwa stablecoin hanya bisa masuk ke payment network besar jika ada regulatory alignment dan operational rigor, sementara Solana dipilih karena throughput tinggi dan latency rendah untuk settlement global.
Skala jaringan Western Union juga membuat peluncuran ini berbeda dari banyak proyek stablecoin korporat lain. Perusahaan itu melayani pembayaran lintas batas di lebih dari 200 negara dan teritori, memakai lebih dari 130 mata uang, serta menghubungkan miliaran rekening bank, jutaan wallet digital, kartu, dan ratusan ribu lokasi ritel.
Regulasi Kini Mendorong Adopsi yang Lebih Besar
Timing peluncuran ini juga tidak lepas dari perubahan regulasi di AS. GENIUS Act ditandatangani menjadi undang-undang pada 18 Juli 2025 dan memberi kerangka federal untuk stablecoin yang didukung aset likuid seperti dolar AS dan Treasury bills. Aturan itu ikut membuka jalan bagi institusi yang ingin membawa stablecoin ke jalur keuangan yang lebih resmi.
Market yang dimasuki Western Union juga sudah jauh lebih besar dari satu tahun lalu. DefiLlama mencatat total stablecoin market cap kini berada di kisaran US$321 miliar, menandakan bahwa dolar digital tidak lagi bergerak di pinggiran pasar kripto, tetapi mulai masuk ke infrastruktur pembayaran dan likuiditas global.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar