
USDT memperlebar jarak dari USDC setelah rangkaian hack DeFi pada April mendorong perpindahan likuiditas ke stablecoin dengan jaringan distribusi paling besar. Kapitalisasi pasar USDT kini berada di kisaran US$188 miliar, level tertinggi baru, sementara USDC bergerak di area US$77,9 miliar hingga US$78,7 miliar.
Sejak awal April, arah pertumbuhannya juga tidak seimbang. Nilai pasar USDT naik dari sekitar US$184,1 miliar pada 1 April menjadi sekitar US$188 miliar, sedangkan USDC bergerak dari sekitar US$77,1 miliar ke kisaran US$78 miliar. Gap ini menegaskan bahwa aliran dana tetap masuk ke dua stablecoin besar, tetapi kecepatan ekspansi Tether lebih tinggi saat market berada dalam mode defensif.
Hack Drift dan Kelp Ubah Arah Likuiditas
Perubahan ini muncul setelah exploit besar menekan kepercayaan di DeFi. Drift kehilangan sekitar US$280 juta sampai US$285 juta pada 1 April, lalu Kelp DAO disusul hack sekitar US$292 juta pada 18 April. Dua insiden itu langsung menekan likuiditas protokol, memicu freeze darurat, dan membuat user lebih agresif mencari stablecoin yang paling mudah dipindahkan ke exchange besar.
Arus keluar dari protokol lending ikut memperbesar tekanan ke USDC. Setelah exploit Drift, sekitar US$230 juta USDC sempat dipindahkan dari Solana ke Ethereum lewat CCTP milik Circle, lalu kasus itu berujung pada class action yang menuduh Circle gagal membekukan dana curian cukup cepat. Gugatan itu memperbesar sorotan terhadap kebijakan intervensi Circle di saat market justru sedang sensitif terhadap risiko on-chain.
Tether justru bergerak ke arah sebaliknya. Drift memilih meninggalkan USDC dan beralih ke USDT dalam rencana relaunch yang didukung paket pemulihan sampai US$127,5 juta dari Tether, ditambah dukungan partner lain. Pergeseran ini penting karena bukan cuma soal recovery user, tetapi juga soal stablecoin mana yang akhirnya dipilih sebagai settlement layer setelah krisis.
Likuiditas Krisis Jadi Keunggulan USDT
Kekuatan utama USDT dalam fase seperti ini ada pada likuiditas lintas venue. Integrasi yang lebih luas di exchange terpusat membuat USDT lebih mudah dipakai sebagai jalur keluar cepat dari posisi DeFi yang sedang tertekan. Saat market masuk ke mode risk-off, keunggulan jaringan distribusi seperti ini biasanya lebih penting daripada narasi regulasi atau transparansi semata.

Posisi Circle juga lebih sensitif dari sisi bisnis. Kinerja 2025 menunjukkan USDC beredar US$75,3 miliar di akhir tahun dan menjadi pendorong utama pendapatan cadangan Circle, yang mencapai US$733 juta pada kuartal keempat. Struktur ini berarti tekanan pada sirkulasi USDC on-chain bisa langsung memengaruhi pendapatan bunga yang dinikmati Circle.
Kontrasnya makin jelas jika melihat pendekatan penegakan. Tether sebelumnya menyatakan telah membekukan US$4,2 miliar USDT yang terkait aktivitas ilegal, termasuk US$3,5 miliar sejak 2023. Circle mempertahankan posisi bahwa freeze wallet harus mengikuti arahan aparat atau pengadilan, dan Jeremy Allaire sudah menyebut tindakan sepihak di luar proses hukum sebagai “moral quandary.”
Tekanan ke USDC Belum Selesai

USDC belum berada dalam krisis eksistensial. Sirkulasinya tetap besar, pertumbuhannya masih berjalan, dan hasil keuangan Circle pada 2025 tetap kuat. Masalahnya, rangkaian exploit besar dalam bulan yang sama membuat market mulai membedakan stablecoin berdasarkan kualitas likuiditas krisis, bukan cuma reputasi issuer.
Fokus berikutnya ada pada apakah rotasi ini bertahan setelah tekanan DeFi mereda. Saat ini, USDT terlihat paling diuntungkan dari kebutuhan market akan likuiditas cepat, integrasi exchange yang dalam, dan kepastian settlement saat protokol lain justru masih sibuk memulihkan kerusakan pasca-hack.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar