
Strategy membukukan rugi bersih US$12,54 miliar pada kuartal pertama 2026. Angka itu terutama berasal dari unrealized loss US$14,46 miliar pada kepemilikan bitcoin perusahaan, sementara operating loss mencapai US$14,47 miliar.

Tekanan laporan laba rugi ini muncul saat harga bitcoin sempat turun tajam sepanjang kuartal, sebelum pulih lagi pada awal Mei. Revenue inti perusahaan justru naik 11,9% menjadi US$124,3 juta secara year-on-year, tetapi skala volatilitas aset digital tetap jauh lebih dominan daripada pertumbuhan bisnis operasionalnya.
STRC Kini Didorong sebagai Pilar Utama Model Pendanaan
Manajemen Strategy menempatkan STRC sebagai titik terang utama di tengah kerugian kuartalan itu. Sampai 3 Mei 2026, STRC telah menghimpun US$5,58 miliar secara year-to-date, naik 189% tahun ini, dan menjadi bagian terbesar dari total dana US$11,68 miliar yang berhasil dikumpulkan perusahaan sepanjang 2026 sejauh ini.

CEO Phong Le menyebut STRC menunjukkan demand yang kuat, likuiditas tinggi, dan volatilitas rendah. Perusahaan juga menyatakan volume perdagangan harian STRC sudah naik ke sekitar US$375 juta, sementara volatilitasnya turun ke 3%, membuat instrumen ini semakin jelas diposisikan sebagai mesin utama untuk mendanai pembelian bitcoin berikutnya.
Skala STRC juga terus membesar. Michael Saylor menyebut STRC telah mencapai kapitalisasi pasar sekitar US$8,5 miliar hanya dalam sembilan bulan, menjadikannya preferred stock terbesar di dunia berdasarkan market cap menurut klaim perusahaan. Sampai awal Mei, Strategy juga telah membayar lebih dari US$692,5 juta dividen kumulatif di seluruh seri preferred stock-nya.
Treasury Bitcoin Tetap Membesar Meski Earnings Terguncang
Walau laba bersih terpukul, akumulasi bitcoin perusahaan tetap berjalan. Sampai 3 Mei 2026, Strategy memegang 818.334 BTC, naik 22% secara year-to-date, dengan total cost basis US$61,81 miliar atau rata-rata US$75.537 per bitcoin.
Pada acuan harga 1 Mei 2026, nilai pasar treasury itu berada di US$64,14 miliar. Artinya, posisi bitcoin Strategy pada titik tersebut kembali berada di atas cost basis, sementara perusahaan juga melaporkan BTC $ Gain sekitar US$4,97 miliar sepanjang empat bulan pertama tahun ini menurut KPI internal mereka.
Model ini tetap memecah pandangan pasar. Pihak yang mendukung melihat STRC sebagai cara untuk mengubah demand atas yield menjadi bahan bakar akumulasi bitcoin, sementara pihak yang lebih skeptis menilai struktur preferred stock yang terus dipakai untuk membeli BTC menambah kompleksitas dan risiko keberlanjutan ke depan.
Market Kini Menilai Daya Tahan Model Strategy
Fokus berikutnya bukan lagi sekadar besar-rugi kuartalan, tetapi seberapa lama Strategy bisa menjaga mesin pendanaan ini tetap hidup jika volatilitas bitcoin kembali membesar. Fair-value accounting membuat laporan laba rugi Strategy sangat sensitif terhadap perubahan harga BTC, sehingga earnings akan terus bergerak ekstrem selama neraca perusahaan tetap sangat terkonsentrasi pada bitcoin.
Untuk saat ini, manajemen jelas memilih menekan gas, bukan mengerem. STRC sedang dipromosikan sebagai fondasi “digital credit” perusahaan, dan selama akses ke pasar modal masih terbuka, Strategy tampak belum berniat mengubah formula inti yang telah mendorong treasury-nya menjadi yang terbesar di antara perusahaan publik.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar