Dalam trading kripto, keputusan membeli atau menjual aset tidak hanya bergantung pada analisis harga, tetapi juga bagaimana order tersebut dieksekusi. Dua jenis order yang paling sering digunakan trader adalah market order dan limit order.
Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu melakukan transaksi, tetapi cara kerjanya berbeda.
Market order dirancang untuk mendapatkan eksekusi secepat mungkin dengan mengambil harga yang tersedia di market. Sementara itu, limit order memberikan kontrol lebih besar karena trader dapat menentukan harga yang diinginkan sebelum transaksi terjadi.
Memahami perbedaan kedua jenis order ini penting karena pilihan order dapat memengaruhi:
- Harga entry.
- Kecepatan transaksi.
- Risiko slippage.
- Biaya trading.
- Kemungkinan order terpenuhi.
- Hasil akhir strategi trading.
Banyak pemula hanya memperhatikan kapan membeli atau menjual aset, tetapi mengabaikan bagaimana order tersebut masuk ke market. Padahal, cara eksekusi dapat memberikan perbedaan besar, terutama ketika market bergerak cepat atau ketika ukuran transaksi cukup besar.
Key Takeaways
- Market order mengeksekusi transaksi berdasarkan harga terbaik yang tersedia di order book.
- Limit order memungkinkan trader menentukan harga transaksi terlebih dahulu.
- Market order memberikan kepastian eksekusi, tetapi tidak memberikan kepastian harga.
- Limit order memberikan kepastian harga, tetapi tidak menjamin order akan terpenuhi.
- Slippage menjadi risiko utama pada market order.
- Liquidity dan ukuran transaksi memengaruhi kualitas eksekusi.
- Trader aktif biasanya menggunakan kombinasi market dan limit order sesuai kondisi market.
- Jenis order harus disesuaikan dengan strategi, timeframe, dan tujuan trading.
Memahami Cara Order Dieksekusi di Market
Sebelum membandingkan market order dan limit order, trader perlu memahami bagaimana transaksi terjadi dalam exchange.
Setiap exchange memiliki order book, yaitu daftar order beli dan jual yang tersedia pada market tertentu.
Order book terdiri dari dua bagian:
Bid
Bid adalah daftar harga yang ingin dibayar oleh buyer.
Contoh:
- Buyer A ingin membeli BTC pada 99.900 USDT.
- Buyer B ingin membeli BTC pada 99.800 USDT.
Ask
Ask adalah daftar harga yang ditawarkan oleh seller.
Contoh:
- Seller A menjual BTC pada 100.000 USDT.
- Seller B menjual BTC pada 100.100 USDT.
Selisih antara harga bid tertinggi dan ask terendah disebut bid-ask spread.
Ketika trader menggunakan market order, transaksi akan mengambil liquidity yang tersedia pada order book.
Ketika trader menggunakan limit order, transaksi akan menunggu sampai ada pihak lain yang mengambil harga tersebut.
Apa Itu Market Order?
Market order adalah jenis order yang digunakan untuk membeli atau menjual aset secara langsung berdasarkan harga terbaik yang tersedia saat itu.
Trader tidak menentukan harga transaksi secara spesifik. Sistem akan mencocokkan order dengan order yang tersedia pada order book.
Contoh:
Harga BTC saat ini:
- Best ask: 100.000 USDT.
- Best bid: 99.950 USDT.
Jika trader melakukan market buy, transaksi akan dimulai dari harga jual terendah yang tersedia, yaitu 100.000 USDT.
Jika liquidity cukup besar, transaksi mungkin selesai di harga tersebut.
Namun, jika ukuran order lebih besar daripada jumlah aset yang tersedia pada harga tersebut, transaksi akan mengambil harga berikutnya.
Contoh Market Order Menggunakan Order Book
Misalnya order book BTC/USDT:
Seller (Ask)
- 0,5 BTC → 100.000 USDT
- 1 BTC → 100.050 USDT
- 2 BTC → 100.100 USDT
Trader ingin membeli 2 BTC menggunakan market order.
Eksekusi:
- 0,5 BTC dibeli pada 100.000 USDT.
- 1 BTC dibeli pada 100.050 USDT.
- 0,5 BTC dibeli pada 100.100 USDT.
Meskipun harga pertama terlihat 100.000 USDT, rata-rata harga pembelian menjadi lebih tinggi.
Perbedaan tersebut disebut sebagai slippage.
Kelebihan Market Order
1. Eksekusi Lebih Cepat
Keunggulan utama market order adalah kecepatan.
Order langsung masuk ke market dan dieksekusi selama terdapat liquidity.
Market order sering digunakan ketika trader membutuhkan posisi segera, seperti:
- Mengikuti momentum breakout.
- Menutup posisi yang berisiko.
- Mengurangi kerugian saat market bergerak cepat.
- Menghindari posisi terkena liquidation.
2. Tidak Perlu Menunggu Harga Tertentu
Trader tidak perlu menentukan level entry secara manual.
Hal ini cocok untuk kondisi ketika harga bergerak cepat dan kesempatan trading dapat hilang dalam waktu singkat.
Contoh:
Bitcoin mengalami breakout kuat setelah menembus resistance.
Trader percaya momentum akan berlanjut dan ingin masuk segera.
Market order memungkinkan trader mendapatkan posisi tanpa menunggu harga tertentu.
3. Cocok untuk Market dengan Liquidity Tinggi
Pada pair dengan volume besar seperti BTC/USDT atau ETH/USDT, market order biasanya lebih efisien karena banyak order tersedia di sekitar harga saat ini.
Semakin dalam order book, semakin kecil kemungkinan transaksi mengalami slippage besar.
Kekurangan Market Order
1. Risiko Slippage
Slippage terjadi ketika harga eksekusi berbeda dari harga yang terlihat saat order dibuat.
Slippage dapat meningkat ketika:
- Volatilitas tinggi.
- Liquidity rendah.
- Ukuran order besar.
- Spread melebar.
- Market mengalami pergerakan ekstrem.
Contoh:
Trader ingin membeli BTC pada 100.000 USDT.
Namun, karena market bergerak cepat, transaksi selesai pada rata-rata 100.300 USDT.
Selisih tersebut menjadi biaya tambahan bagi trader.
2. Tidak Memiliki Kontrol Harga
Market order memberikan kepastian transaksi, tetapi tidak memberikan kepastian harga.
Trader mengetahui bahwa order akan dieksekusi, tetapi tidak mengetahui harga akhir secara pasti sebelum transaksi selesai.
3. Kurang Ideal untuk Entry dengan Level Spesifik
Trader yang menggunakan analisis support dan resistance biasanya membutuhkan harga tertentu.
Contoh:
Trader hanya ingin membeli BTC jika turun ke 95.000 USDT.
Market order tidak cocok karena transaksi langsung dilakukan pada harga saat ini.
Apa Itu Limit Order?
Limit order adalah jenis order yang memungkinkan trader menentukan harga tertentu untuk membeli atau menjual aset.
Order hanya akan dieksekusi jika market mencapai harga yang telah ditentukan.
Contoh:
Harga BTC saat ini:
100.000 USDT.
Trader ingin membeli BTC pada:
97.000 USDT.
Trader memasang limit buy pada 97.000 USDT.
Jika harga turun ke level tersebut, order dapat terpenuhi.
Jika harga tidak pernah menyentuh 97.000 USDT, order tetap terbuka.
Cara Kerja Limit Order dalam Order Book
Ketika trader membuat limit order, order tersebut masuk ke dalam order book.
Contoh:
Trader memasang limit buy BTC pada 99.000 USDT.
Order tersebut akan menunggu sampai ada seller yang bersedia menjual BTC pada harga tersebut.
Dalam kondisi ini, trader menjadi pihak yang menyediakan liquidity.
Karena itu, limit order sering disebut sebagai maker order.
Sementara market order biasanya disebut sebagai taker order karena mengambil liquidity yang sudah tersedia.
Kelebihan Limit Order
1. Kontrol Harga Lebih Besar
Keunggulan utama limit order adalah trader dapat menentukan harga transaksi.
Hal ini membantu trader menjalankan strategi yang lebih terencana.
Contoh:
Trader melihat BTC memiliki support kuat di 95.000 USDT.
Daripada membeli di harga market, trader dapat memasang limit order di area tersebut.
2. Mengurangi Risiko Slippage
Karena harga sudah ditentukan, trader tidak membeli atau menjual di luar batas yang dibuat.
Namun, perlu diingat bahwa limit order tetap memiliki risiko tidak terpenuhi.
3. Cocok untuk Trading Berdasarkan Analisis Teknikal
Limit order banyak digunakan oleh trader yang menggunakan:
- Support dan resistance.
- Fibonacci retracement.
- Supply dan demand zone.
- Breakout retest.
- Swing trading.
- Dollar cost averaging.
4. Dapat Membantu Mengontrol Emosi
Limit order memungkinkan trader membuat keputusan sebelum market bergerak.
Hal ini membantu mengurangi:
- FOMO.
- Panic buying.
- Panic selling.
- Entry tanpa rencana.
Kekurangan Limit Order
1. Order Tidak Selalu Terpenuhi
Risiko terbesar limit order adalah harga tidak mencapai level yang ditentukan.
Contoh:
Trader memasang limit buy BTC pada 95.000 USDT.
Harga hanya turun ke 95.200 USDT lalu kembali naik.
Order tidak masuk dan trader kehilangan kesempatan.
2. Kurang Efektif Saat Market Bergerak Cepat
Jika market mengalami pergerakan besar, limit order dapat membuat trader terlambat masuk atau keluar.
Contoh:
Bitcoin turun tajam dalam beberapa menit.
Trader ingin keluar pada harga tertentu menggunakan limit sell, tetapi harga terus turun sebelum order terpenuhi.
3. Membutuhkan Perencanaan Lebih
Trader harus menentukan:
- Harga entry.
- Target profit.
- Stop-loss.
- Validasi setup.
- Kondisi market.
Perbedaan Market Order dan Limit Order
Market Order vs Limit Order dalam Spot Trading
Dalam Spot trading, perbedaan kedua order terlihat pada cara membeli atau menjual aset.
Market Order pada Spot
Cocok digunakan ketika:
- Ingin membeli aset segera.
- Tidak ingin melewatkan momentum.
- Trading pair memiliki liquidity tinggi.
Contoh:
Trader ingin membeli ETH sekarang karena melihat peluang jangka pendek.
Market order memungkinkan ETH langsung masuk ke wallet trading.
Limit Order pada Spot
Cocok digunakan ketika:
- Menunggu harga tertentu.
- Membeli bertahap.
- Melakukan akumulasi jangka panjang.
Contoh:
Trader percaya ETH menarik jika turun 10% dari harga saat ini.
Trader dapat memasang beberapa limit order pada level berbeda.
Market Order vs Limit Order dalam Futures
Pada Futures, pilihan order menjadi lebih penting karena adanya leverage.
Kesalahan kecil dalam eksekusi dapat memberikan dampak lebih besar terhadap PnL.
Market Order Futures
Digunakan ketika:
- Membuka posisi dengan cepat.
- Menutup posisi untuk mengurangi risiko.
- Menghindari liquidation.
Risikonya:
- Slippage.
- Entry price kurang optimal.
- Kerugian lebih besar ketika leverage tinggi.
Limit Order Futures
Digunakan ketika:
- Trader memiliki entry plan.
- Ingin mendapatkan harga tertentu.
- Mengatur strategi berdasarkan level teknikal.
Namun, trader perlu memastikan posisi tidak terbuka terlalu lama tanpa eksekusi karena kondisi market dapat berubah.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Market Order?
Market order lebih cocok ketika:
1. Kecepatan Lebih Penting daripada Harga
Contoh:
Trader memiliki posisi Futures yang bergerak melawan arah prediksi.
Keluar lebih cepat mungkin lebih penting daripada mendapatkan harga terbaik.
2. Mengikuti Momentum
Ketika breakout terjadi dengan volume besar, trader mungkin memilih market order agar tidak kehilangan peluang.
3. Menghindari Risiko Lebih Besar
Dalam kondisi tertentu, keluar cepat lebih penting daripada mengoptimalkan harga.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Limit Order?
Limit order lebih cocok ketika:
1. Memiliki Entry Plan
Trader sudah menentukan area beli atau jual berdasarkan analisis.
2. Trading dengan Support dan Resistance
Trader dapat menunggu harga mencapai area yang dianggap menarik.
3. Melakukan Akumulasi
Investor dapat menggunakan beberapa limit order untuk membeli aset secara bertahap.
4. Trading dengan Ukuran Besar
Untuk transaksi besar, limit order dapat membantu mengurangi dampak terhadap harga.
Kombinasi Market Order dan Limit Order
Trader profesional sering menggunakan kombinasi kedua jenis order.
Contoh strategi:
- Membuka posisi menggunakan limit order pada area yang direncanakan.
- Menggunakan stop-loss untuk membatasi risiko.
- Menggunakan market order ketika perlu keluar cepat.
- Menggunakan limit order untuk mengambil profit pada target tertentu.
Tidak ada aturan bahwa trader harus selalu menggunakan satu jenis order.
Pemilihan order bergantung pada situasi.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Order
Liquidity
Semakin tinggi liquidity, semakin mudah order dieksekusi dengan harga mendekati market.
Volatilitas
Market yang bergerak cepat meningkatkan risiko slippage.
Ukuran Transaksi
Order besar membutuhkan perhatian lebih terhadap order book.
Strategi Trading
Scalping, swing trading, dan investasi memiliki kebutuhan order berbeda.
Timeframe
Trader jangka pendek biasanya lebih memperhatikan kecepatan.
Trader jangka panjang biasanya lebih memperhatikan harga entry.
Kesalahan Umum Pemula Saat Menggunakan Order
1. Menggunakan Market Order karena FOMO
Trader melihat harga naik dan langsung membeli tanpa rencana.
Akibatnya, entry sering terjadi pada harga yang kurang optimal.
2. Memasang Limit Order Tanpa Analisis
Limit order bukan berarti selalu mendapatkan harga murah.
Harga tetap perlu berdasarkan analisis.
3. Mengabaikan Slippage
Terutama pada:
- Token baru.
- Pair liquidity rendah.
- Market volatil.
4. Tidak Memeriksa Order Book
Trader perlu melihat apakah liquidity cukup untuk ukuran transaksi.
5. Menggunakan Market Order Besar di Market Tipis
Hal ini dapat menyebabkan harga rata-rata berubah cukup jauh.
Cara Menggunakan Market Order dan Limit Order di MEXC
MEXC menyediakan berbagai pilihan order untuk market Spot dan Futures.
Sebelum melakukan transaksi, trader dapat:
- Memilih pair trading.
- Melihat order book.
- Menentukan market order atau limit order.
- Mengatur jumlah transaksi.
- Memeriksa estimasi harga.
- Mengatur stop-loss dan take-profit pada fitur yang tersedia.
Untuk Futures, trader juga perlu memperhatikan:
- Leverage.
- Margin mode.
- Liquidation price.
- Funding rate.
- Risiko posisi.
Pemilihan jenis order sebaiknya mengikuti trading plan, bukan keputusan spontan berdasarkan pergerakan harga.
Kesimpulan
Market order dan limit order memiliki fungsi berbeda dalam trading kripto.
Market order memberikan kecepatan dan kepastian eksekusi, tetapi trader harus menerima risiko harga berubah akibat liquidity dan volatilitas.
Limit order memberikan kontrol harga lebih besar dan cocok untuk strategi yang membutuhkan entry atau exit pada level tertentu, tetapi order tidak selalu terpenuhi.
Tidak ada jenis order yang lebih unggul dalam semua kondisi. Trader perlu memahami karakter market, strategi yang digunakan, ukuran transaksi, dan tingkat risiko sebelum memilih jenis order.
Dengan memahami cara kerja kedua order ini, trader dapat melakukan transaksi dengan lebih terencana dan mengelola risiko secara lebih efektif.
Tentang MEXC
MEXC merupakan exchange cryptocurrency dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan dipercaya oleh lebih dari 40 juta user di lebih dari 170 market. Dibangun dengan filosofi yang mengutamakan user, MEXC menyediakan akses ke lebih dari 3.000 aset digital melalui berbagai produk trading.
Sebagai Gateway to Infinite Opportunities, MEXC menyediakan market Spot dan Futures dengan berbagai fitur trading untuk membantu user mengakses pasar kripto global.
MEXC Official Website|
X|
Telegram|
How to Sign Up on MEXC
Untuk pertanyaan media, silakan hubungi tim PR MEXC: media@mexc.com.
Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan edukasi. Artikel ini bukan merupakan nasihat investasi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum melakukan transaksi aset digital.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar
