Trading kripto semakin mudah diakses oleh user Indonesia. Dalam satu aplikasi, user dapat membeli aset seperti Bitcoin, Ethereum, stablecoin, hingga token baru yang sedang ramai diperdagangkan. Namun, akses yang mudah tidak berarti risikonya kecil.
Market kripto bergerak cepat, buka 24 jam setiap hari, dan dapat mengalami perubahan harga besar dalam waktu singkat. Pemula yang masuk tanpa rencana sering kali membeli karena FOMO, menjual karena panik, atau menggunakan leverage tanpa memahami risikonya.
Trading kripto sebaiknya dimulai dengan pemahaman dasar: apa yang diperdagangkan, bagaimana cara kerja exchange, jenis order yang digunakan, cara mengatur modal, serta aturan dan pajak yang berlaku di Indonesia.
Di Indonesia, kripto legal untuk dimiliki dan diperdagangkan sebagai aset keuangan digital, tetapi tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Pengawasan perdagangan aset kripto berada di bawah OJK, sedangkan Bank Indonesia tetap menegaskan bahwa virtual currency termasuk Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia.
Key Takeaways
- Trading kripto adalah aktivitas jual beli aset kripto untuk mencari peluang dari perubahan harga.
- Pemula sebaiknya mulai dari spot trading sebelum mencoba futures atau leverage.
- Gunakan dana dingin, bukan dana kebutuhan harian, cicilan, atau dana darurat.
- Pahami aset yang dibeli, bukan hanya mengikuti token yang sedang ramai.
- Stablecoin seperti USDT sering digunakan sebagai aset dasar untuk trading pair.
- Manajemen risiko lebih penting daripada mencari profit cepat.
- Stop loss, take profit, dan position sizing perlu ditentukan sebelum entry.
- Kripto legal di Indonesia sebagai aset keuangan digital, tetapi bukan alat pembayaran.
- Transaksi kripto memiliki kewajiban pajak. Sejak 1 Agustus 2025, penjualan melalui platform dalam negeri dikenai PPh Pasal 22 final 0,21%, sedangkan transaksi melalui platform luar negeri dikenai 1%.
- Keamanan akun, 2FA, anti-phishing, dan verifikasi link resmi wajib diperhatikan.
Apa Itu Trading Kripto?
Trading kripto adalah aktivitas membeli dan menjual aset kripto dengan tujuan memperoleh keuntungan dari pergerakan harga.
Contohnya, user membeli Bitcoin ketika harganya berada di level tertentu, lalu menjualnya ketika harga naik. Selisih antara harga beli dan harga jual menjadi potensi profit. Jika harga turun setelah dibeli dan user menjual di harga lebih rendah, transaksi tersebut menghasilkan kerugian.
Aset yang diperdagangkan dapat berupa:
- Bitcoin.
- Ethereum.
- Stablecoin.
- Altcoin.
- Memecoin.
- Token AI.
- Token DeFi.
- Token RWA.
- Token layer 1 dan layer 2.
Trading berbeda dari investasi pasif. Trader biasanya lebih aktif memperhatikan chart, volume, support, resistance, sentimen market, dan berita. Investor jangka panjang lebih fokus pada tesis aset, adopsi, fundamental proyek, dan horizon waktu yang lebih panjang.
Pemula perlu menentukan sejak awal apakah mereka ingin menjadi trader aktif, investor jangka panjang, atau hanya melakukan pembelian berkala dengan risiko yang lebih terkontrol.
Trading Kripto Legal atau Tidak di Indonesia?
Kripto legal untuk dimiliki dan diperdagangkan sebagai aset keuangan digital. Namun, kripto tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia.
Perbedaan ini penting.
User boleh membeli Bitcoin sebagai aset, menyimpan Ethereum di wallet, atau memperdagangkan token melalui platform. Namun, user tidak boleh menggunakan kripto untuk membayar barang dan jasa sebagai pengganti Rupiah dalam transaksi domestik.
Pengawasan perdagangan aset kripto kini berada di bawah OJK melalui kerangka aset keuangan digital, termasuk POJK 27/2024 dan perubahannya melalui POJK 23/2025. Regulasi tersebut mengatur penyelenggara, tata kelola, perlindungan konsumen, manajemen risiko, dan mekanisme perdagangan aset keuangan digital termasuk aset kripto.
Legalitas tidak sama dengan jaminan keuntungan. Token yang legal diperdagangkan tetap dapat mengalami penurunan harga, kehilangan likuiditas, delisting, atau gagal secara fundamental.
1. Pahami Perbedaan Spot, Futures, dan Earn
Langkah pertama sebelum mulai trading adalah memahami jenis produk yang digunakan.
Spot Trading
Spot trading adalah jual beli aset kripto secara langsung. Jika user membeli BTC di spot market, user memiliki BTC tersebut di akun exchange.
Contoh sederhana:
- User membeli BTC menggunakan USDT.
- BTC masuk ke saldo spot.
- User dapat menyimpan, menjual, atau menarik BTC ke wallet lain.
Spot trading biasanya lebih cocok untuk pemula karena risikonya lebih mudah dipahami. Harga aset bisa turun, tetapi tidak ada liquidation selama user tidak menggunakan leverage.
Futures Trading
Futures trading adalah perdagangan kontrak yang mengikuti harga aset tertentu. User dapat mengambil posisi long jika memperkirakan harga naik, atau short jika memperkirakan harga turun.
Futures sering menggunakan leverage. Leverage dapat memperbesar potensi profit, tetapi juga memperbesar risiko kerugian. Jika posisi bergerak berlawanan terlalu jauh, user dapat terkena liquidation.
Pemula sebaiknya tidak langsung menggunakan leverage tinggi. Futures membutuhkan pemahaman tentang margin, liquidation price, funding fee, unrealized PnL, dan risk management.
Earn atau Staking
Produk Earn atau staking biasanya digunakan untuk memperoleh reward dari aset tertentu. Produk ini bukan trading aktif, tetapi tetap memiliki risiko seperti perubahan harga aset, periode lock-up, risiko platform, dan risiko proyek.
Pemula perlu membaca syarat produk, durasi, APR, redemption, dan risiko sebelum menempatkan aset.
2. Pilih Exchange yang Sesuai
Exchange adalah platform tempat user membeli, menjual, dan menyimpan aset kripto.
Beberapa faktor yang perlu diperiksa sebelum memilih exchange:
- Ketersediaan layanan di region user.
- Jumlah aset yang tersedia.
- Likuiditas.
- Fee trading.
- Fitur keamanan.
- Proses deposit dan withdrawal.
- Kemudahan penggunaan aplikasi.
- Riwayat operasional.
- Sistem verifikasi akun.
- Dukungan customer service.
- Ketersediaan spot, futures, dan produk lain.
MEXC merupakan exchange kripto global yang dipercaya oleh lebih dari 40 juta user di lebih dari 170 market, dengan akses ke lebih dari 3.000 aset digital dan penawaran trading fee 0 yang menjadi bagian dari positioning platform.
User tetap perlu memeriksa ketentuan layanan, ketersediaan produk di region masing-masing, serta memahami risiko sebelum menggunakan fitur apa pun.
3. Buat Akun dan Aktifkan Keamanan
Setelah memilih exchange, user perlu membuat akun dan mengamankan aksesnya.
Langkah dasar yang umum dilakukan:
- Daftar menggunakan email atau nomor ponsel.
- Buat password yang kuat.
- Selesaikan verifikasi akun jika diperlukan.
- Aktifkan two-factor authentication atau 2FA.
- Gunakan anti-phishing code jika tersedia.
- Simpan recovery code dengan aman.
- Jangan membagikan OTP, password, atau kode verifikasi.
- Pastikan hanya membuka website atau aplikasi resmi.
Keamanan akun harus menjadi prioritas sejak awal. Banyak kerugian di kripto tidak terjadi karena market turun, tetapi karena akun diretas, user membuka link phishing, atau memberikan akses wallet kepada pihak yang salah.
Password yang sama sebaiknya tidak digunakan di beberapa platform. Gunakan password manager jika perlu, dan hindari login dari perangkat publik.
4. Pahami Stablecoin dan Trading Pair
Sebagian besar trading kripto menggunakan pair. Pair menunjukkan aset yang dibeli dan aset pembandingnya.
Contoh:
- BTC/USDT berarti Bitcoin diperdagangkan terhadap USDT.
- ETH/USDT berarti Ethereum diperdagangkan terhadap USDT.
- SOL/USDT berarti Solana diperdagangkan terhadap USDT.
Stablecoin seperti USDT sering digunakan sebagai aset dasar karena nilainya dirancang mengikuti dolar AS. Banyak trader menggunakan stablecoin untuk menunggu peluang entry, mengamankan profit sementara, atau berpindah dari satu token ke token lain.
Namun, stablecoin tetap memiliki risiko. User perlu memahami penerbit, cadangan, likuiditas, reputasi, dan potensi depeg. Stablecoin tidak boleh dianggap sepenuhnya bebas risiko hanya karena harganya relatif stabil.
5. Mulai dari Aset Besar sebelum Token Kecil
Pemula sebaiknya tidak langsung membeli token yang baru viral.
Aset besar seperti Bitcoin dan Ethereum biasanya memiliki likuiditas lebih tinggi, order book lebih dalam, dan informasi yang lebih banyak tersedia. Risiko tetap ada, tetapi pergerakannya cenderung lebih mudah dianalisis dibanding micro-cap token.
Token kecil dapat naik sangat cepat, tetapi juga dapat turun ekstrem. Risiko yang umum muncul pada token kecil meliputi:
- Likuiditas tipis.
- Holder terkonsentrasi.
- Volatilitas ekstrem.
- Risiko rug pull.
- Informasi proyek terbatas.
- Manipulasi harga.
- Delisting.
- Token palsu dengan nama serupa.
Pemula dapat menggunakan aset besar untuk memahami cara kerja market, order, chart, fee, dan psikologi trading sebelum mencoba aset dengan risiko lebih tinggi.
6. Pelajari Order Dasar
Order adalah instruksi untuk membeli atau menjual aset.
Market Order
Market order membeli atau menjual aset pada harga terbaik yang tersedia saat itu.
Kelebihannya adalah cepat dieksekusi. Kekurangannya, harga eksekusi dapat berbeda dari harga yang terlihat jika market bergerak cepat atau likuiditas tipis.
Market order cocok ketika user membutuhkan eksekusi cepat, tetapi kurang ideal untuk token dengan spread besar.
Limit Order
Limit order memungkinkan user menentukan harga beli atau jual.
Contoh:
- Harga BTC saat ini US$100.000.
- User ingin membeli jika harga turun ke US$98.000.
- User memasang limit buy di US$98.000.
Order hanya akan terisi jika harga mencapai level tersebut. Limit order memberi kontrol harga lebih baik, tetapi tidak selalu tereksekusi.
Stop Loss
Stop loss adalah batas harga untuk membatasi kerugian.
Contoh:
- User membeli token di US$1.
- User menentukan batas rugi di US$0,90.
- Jika harga turun ke level tersebut, posisi dapat ditutup.
Stop loss tidak menjamin harga eksekusi selalu sama dalam kondisi market ekstrem, tetapi membantu trader memiliki batas risiko yang lebih jelas.
Take Profit
Take profit adalah target harga untuk mengamankan profit.
Contoh:
- User membeli token di US$1.
- Target jual ditentukan di US$1,20.
- Jika harga mencapai level tersebut, user menjual untuk merealisasikan profit.
Trader pemula sering hanya menentukan entry, tetapi tidak menentukan exit. Akibatnya, profit yang sudah ada dapat hilang ketika market berbalik arah.
7. Buat Trading Plan
Trading plan adalah rencana sebelum masuk market.
Rencana sederhana dapat mencakup:
- Aset yang akan dibeli.
- Alasan membeli.
- Harga entry.
- Target profit.
- Batas stop loss.
- Ukuran posisi.
- Jangka waktu.
- Kondisi yang membatalkan rencana.
- Risiko maksimal per transaksi.
Contoh trading plan:
- Aset: BTC/USDT.
- Alasan: harga mendekati area support.
- Entry: US$98.000.
- Stop loss: US$95.000.
- Take profit: US$104.000.
- Risiko maksimal: 1% dari total modal.
- Jika harga turun di bawah support, rencana batal.
Trading plan membantu user mengurangi keputusan impulsif. Tanpa rencana, trader mudah membeli saat harga naik cepat dan menjual saat market turun karena panik.
8. Gunakan Position Sizing
Position sizing adalah cara menentukan ukuran modal dalam satu transaksi.
Pemula sebaiknya tidak menggunakan seluruh modal untuk satu aset. Risiko market kripto terlalu tinggi untuk pendekatan all-in.
Contoh:
- Total modal: Rp10.000.000.
- Risiko maksimal per transaksi: 2%.
- Risiko yang siap diterima: Rp200.000.
Jika jarak entry ke stop loss adalah 10%, maka ukuran posisi yang sesuai adalah sekitar Rp2.000.000, karena kerugian 10% dari Rp2.000.000 setara Rp200.000.
Position sizing membuat risiko lebih terukur. Trader tidak harus selalu benar untuk bertahan, selama kerugian per transaksi terkendali.
9. Pahami Fee, Spread, dan Slippage
Profit trading tidak hanya ditentukan oleh selisih harga beli dan jual.
Beberapa biaya dan faktor yang perlu diperhatikan:
- Trading fee.
- Spread.
- Slippage.
- Withdrawal fee.
- Network fee.
- Funding fee jika menggunakan futures.
- Biaya konversi.
Spread
Spread adalah selisih antara harga beli tertinggi dan harga jual terendah di order book. Spread besar biasanya muncul pada aset dengan likuiditas rendah.
Slippage
Slippage terjadi ketika harga eksekusi berbeda dari harga yang diharapkan. Slippage dapat terjadi saat market bergerak cepat atau order terlalu besar dibanding likuiditas yang tersedia.
Trader pemula sering mengabaikan biaya kecil. Pada frekuensi trading tinggi, fee, spread, dan slippage dapat mengurangi profit secara signifikan.
10. Pelajari Analisis Dasar Market
Trader tidak harus langsung menguasai analisis teknikal kompleks. Pemula dapat mulai dari beberapa konsep dasar.
Support dan Resistance
Support adalah area harga yang sering menahan penurunan. Resistance adalah area harga yang sering menahan kenaikan.
Support dan resistance tidak selalu bekerja sempurna, tetapi dapat membantu user memahami area penting dalam chart.
Volume
Volume menunjukkan seberapa besar aktivitas trading pada aset tertentu. Kenaikan harga dengan volume kuat biasanya lebih relevan dibanding kenaikan harga dengan volume tipis.
Trend
Trend membantu trader memahami arah umum market.
- Uptrend: harga cenderung membentuk higher high dan higher low.
- Downtrend: harga cenderung membentuk lower high dan lower low.
- Sideways: harga bergerak dalam range tertentu.
Market Cap dan Liquidity
Market cap menunjukkan nilai total aset berdasarkan harga dan supply. Liquidity menunjukkan kemudahan membeli atau menjual tanpa menggerakkan harga terlalu besar.
Market cap tinggi tidak selalu berarti aset aman. Liquidity, distribusi holder, dan volume tetap perlu diperiksa.
11. Hindari FOMO dan Overtrading
FOMO muncul ketika trader membeli hanya karena takut tertinggal kenaikan harga.
Tanda-tanda FOMO:
- Membeli setelah harga naik tajam.
- Tidak tahu alasan membeli.
- Tidak punya stop loss.
- Mengikuti influencer tanpa riset.
- Menambah posisi saat harga naik tanpa rencana.
- Mengabaikan risiko karena melihat orang lain profit.
Overtrading terjadi ketika user terlalu sering membuka posisi, bahkan ketika tidak ada setup yang jelas.
Dampaknya:
- Fee meningkat.
- Fokus menurun.
- Emosi lebih dominan.
- Risiko revenge trading meningkat.
- Modal cepat terkuras.
Trader tidak harus selalu berada di market. Menunggu setup yang jelas juga bagian dari strategi.
12. Pahami Futures sebelum Menggunakan Leverage
Futures dapat digunakan untuk long dan short. Namun, futures bukan produk yang ideal untuk pemula yang belum memahami risiko dasar.
Konsep penting yang harus dipahami:
- Leverage.
- Initial margin.
- Maintenance margin.
- Liquidation price.
- Funding fee.
- Mark price.
- Unrealized PnL.
- Isolated margin.
- Cross margin.
Leverage 10x berarti pergerakan harga 1% dapat memberi dampak sekitar 10% terhadap posisi, sebelum memperhitungkan fee dan funding. Jika arah salah, kerugian juga membesar.
Pemula yang ingin belajar futures sebaiknya menggunakan nominal kecil, leverage rendah, dan risk limit yang jelas. Jangan menggunakan futures untuk mengejar kerugian dari spot trading.
13. Pahami Pajak Kripto di Indonesia
Transaksi kripto memiliki konsekuensi pajak.
Sejak 1 Agustus 2025, penyerahan aset kripto tidak lagi dikenai PPN karena dipersamakan dengan surat berharga. Namun, penghasilan dari transaksi aset kripto tetap dikenai PPh Pasal 22 final. Tarifnya adalah 0,21% dari nilai transaksi untuk transaksi melalui PPMSE dalam negeri, dan 1% untuk transaksi melalui PPMSE luar negeri.
Contoh penjualan melalui platform dalam negeri:
- Nilai penjualan: Rp10.000.000.
- Tarif: 0,21%.
- Pajak: Rp21.000.
Pajak dihitung dari nilai transaksi, bukan profit.
Jika user membeli aset di Rp12.000.000 lalu menjualnya di Rp10.000.000, pajak tetap dihitung dari nilai penjualan Rp10.000.000.
Aset kripto yang masih dimiliki pada akhir tahun juga perlu dicatat sebagai harta dalam SPT Tahunan.
14. Simpan Catatan Transaksi
Pencatatan membantu user memahami performa trading dan memenuhi kebutuhan pelaporan pajak.
Data yang sebaiknya disimpan:
- Tanggal transaksi.
- Pair yang diperdagangkan.
- Harga beli.
- Harga jual.
- Jumlah aset.
- Fee.
- Profit atau loss.
- Alasan entry.
- Alasan exit.
- Screenshot atau catatan setup.
- Bukti pemungutan pajak jika tersedia.
- Riwayat deposit dan withdrawal.
Trader yang tidak mencatat transaksi biasanya sulit mengevaluasi kesalahan. Tanpa data, user tidak tahu apakah kerugian berasal dari strategi, emosi, fee, leverage, atau pemilihan aset.
15. Jaga Keamanan Wallet dan Akun
Keamanan adalah bagian dari strategi trading.
Beberapa aturan dasar:
- Aktifkan 2FA.
- Gunakan password unik.
- Jangan klik link mencurigakan.
- Jangan membagikan seed phrase.
- Jangan memasukkan private key ke website mana pun.
- Gunakan whitelist address jika tersedia.
- Periksa network sebelum transfer.
- Kirim nominal kecil untuk uji coba saat transfer besar.
- Hindari aplikasi palsu.
- Gunakan anti-phishing code.
Kesalahan transfer network dapat membuat aset hilang atau sulit dipulihkan. Misalnya, mengirim token melalui network yang tidak didukung oleh exchange tujuan dapat menyebabkan dana tidak masuk.
Cara Mulai Trading Kripto di MEXC
MEXC menyediakan akses ke berbagai aset digital, termasuk spot trading, futures, Launchpad, dan produk tokenized assets. Untuk pemula, langkah awal yang lebih aman adalah memahami spot trading terlebih dahulu sebelum menggunakan produk yang lebih kompleks.
1. Buat Akun MEXC
User dapat membuat akun menggunakan email atau nomor ponsel. Setelah akun dibuat, gunakan password yang kuat dan aktifkan fitur keamanan seperti 2FA.
2. Selesaikan Verifikasi jika Diperlukan
Verifikasi akun membantu user mengakses fitur tertentu dan meningkatkan keamanan akun. Siapkan dokumen identitas yang sesuai dengan ketentuan platform.
3. Deposit Aset atau Beli Kripto
User dapat mendanai akun menggunakan metode yang tersedia sesuai region dan ketentuan platform. Periksa aset, network, alamat deposit, dan minimum deposit sebelum mengirim dana.
4. Pilih Market Spot
Pemula dapat memulai dari spot market. Cari pair seperti BTC/USDT, ETH/USDT, atau aset lain yang ingin diperdagangkan.
5. Gunakan Limit Order untuk Kontrol Harga
Limit order membantu user menentukan harga beli atau jual. Ini lebih terukur dibanding market order, terutama saat market volatile.
6. Tentukan Rencana Exit
Sebelum membeli, tentukan target profit dan batas rugi. Jangan menunggu market bergerak dulu baru menentukan rencana.
7. Mulai dari Nominal Kecil
Gunakan nominal kecil untuk memahami cara kerja order, fee, chart, dan portfolio. Setelah terbiasa, user dapat meningkatkan ukuran posisi secara bertahap sesuai rencana.
8. Evaluasi Setiap Transaksi
Catat hasil trading dan alasan di balik setiap keputusan. Evaluasi tersebut membantu user memperbaiki strategi dari waktu ke waktu.
Contoh Rencana Trading untuk Pemula
Misalnya user memiliki modal Rp5.000.000 dan ingin mulai trading spot.
Rencana sederhana:
- Total modal: Rp5.000.000.
- Modal awal yang digunakan: Rp1.000.000.
- Aset: BTC/USDT atau ETH/USDT.
- Risiko maksimal per transaksi: 1%–2% dari total modal.
- Tidak menggunakan leverage.
- Tidak membeli token yang baru naik ratusan persen.
- Menentukan entry, stop loss, dan target profit.
- Mencatat hasil transaksi.
Dengan rencana tersebut, user tidak langsung mengekspos seluruh modal pada satu posisi. Fokus utamanya adalah belajar membaca market, mengelola emosi, dan menjaga modal.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Beberapa kesalahan umum dalam trading kripto meliputi:
- Membeli hanya karena token sedang viral.
- Tidak tahu apa yang dibeli.
- Menggunakan seluruh modal dalam satu transaksi.
- Tidak menggunakan stop loss.
- Menambah posisi saat rugi tanpa rencana.
- Menggunakan leverage tinggi terlalu cepat.
- Trading terlalu sering.
- Mengikuti sinyal tanpa memahami alasan.
- Mengabaikan fee dan spread.
- Tidak mencatat transaksi.
- Menggunakan dana kebutuhan harian.
- Panik menjual saat market turun.
- Tidak mengamankan akun.
- Salah memilih network saat transfer.
- Mengabaikan kewajiban pajak.
Pemula sebaiknya mengukur keberhasilan bukan hanya dari profit, tetapi juga dari kemampuan mengikuti rencana dan membatasi kerugian.
Checklist sebelum Mulai Trading Kripto
Sebelum membeli aset pertama, periksa:
- Sudah memahami perbedaan spot dan futures.
- Sudah memakai dana dingin.
- Sudah mengaktifkan 2FA.
- Sudah memilih exchange yang sesuai.
- Sudah memahami pair yang diperdagangkan.
- Sudah tahu fee dan spread.
- Sudah menentukan entry.
- Sudah menentukan stop loss.
- Sudah menentukan target profit.
- Sudah menentukan ukuran posisi.
- Sudah memahami pajak dasar.
- Sudah siap mencatat transaksi.
- Sudah memeriksa keamanan link dan aplikasi.
Jika sebagian besar belum terpenuhi, lebih baik belajar dulu dengan nominal kecil.
Kesimpulan
Cara mulai trading kripto untuk pemula di Indonesia harus dimulai dari pemahaman dasar, bukan dari mengejar token yang sedang naik.
Kripto legal untuk dimiliki dan diperdagangkan sebagai aset keuangan digital, tetapi bukan alat pembayaran. Transaksi kripto juga memiliki kewajiban pajak, termasuk PPh final atas penjualan atau pertukaran aset.
Pemula sebaiknya memulai dari spot trading, menggunakan dana dingin, memilih aset yang likuid, memahami order dasar, membuat trading plan, dan menerapkan position sizing. Futures dan leverage sebaiknya dipelajari setelah user memahami risiko spot market.
Trading kripto bukan hanya soal mencari entry terbaik. Keamanan akun, pencatatan transaksi, manajemen risiko, dan kemampuan mengendalikan emosi menjadi bagian penting agar user dapat bertahan dalam market yang volatile.
Tentang MEXC
MEXC adalah exchange kripto dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dipercaya oleh lebih dari 40 juta user di lebih dari 170 market. Dibangun dengan filosofi yang mengutamakan user, MEXC menawarkan trading dengan fee 0 yang unggul di industri serta akses ke lebih dari 3.000 aset digital.
Sebagai Gateway to Infinite Opportunities, MEXC menyediakan satu platform yang memungkinkan user memperdagangkan kripto dengan mudah bersama aset tokenized, termasuk saham, ETF, komoditas, dan logam mulia.
MEXC Official Website|X|Telegram|How to Sign Up on MEXC
Untuk pertanyaan media, silakan hubungi tim PR MEXC: media@mexc.com
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, pajak, atau rekomendasi transaksi. Trading kripto memiliki risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan modal. Selalu lakukan riset mandiri, pahami produk yang digunakan, dan sesuaikan keputusan dengan kondisi finansial masing-masing.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar
