Slippage adalah selisih antara harga yang diharapkan trader dan harga rata-rata ketika order benar-benar dieksekusi. Kondisi ini dapat terjadi pada Spot, Futures, maupun decentralized exchange ketika harga bergerak cepat atau liquidity yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi seluruh order pada satu level harga.
Sebagai contoh, trader melihat Bitcoin berada di harga 100.000 USDT dan mengirim market order untuk membeli. Namun, setelah transaksi selesai, harga rata-rata pembeliannya menjadi 100.100 USDT. Selisih 100 USDT tersebut merupakan slippage.
Slippage tidak selalu menunjukkan adanya kesalahan pada platform. Perbedaan harga muncul karena order harus dipasangkan dengan liquidity yang tersedia di order book. Dampaknya dapat semakin besar ketika market volatil, spread melebar, atau ukuran transaksi terlalu besar.
Key Takeaways
- Slippage adalah selisih antara harga yang diharapkan dan harga rata-rata eksekusi.
- Market order lebih rentan mengalami slippage dibandingkan limit order.
- Liquidity rendah dan volatilitas tinggi dapat memperbesar slippage.
- Order besar dapat mengambil liquidity dari beberapa level harga.
- Slippage dapat bersifat negatif maupun positif.
- Bid-ask spread berbeda dari slippage, tetapi keduanya memengaruhi hasil transaksi.
- Limit order dan pembagian ukuran transaksi dapat membantu mengurangi slippage.
- Pada Futures, slippage dapat memperbesar kerugian dan memengaruhi liquidation price.
- Pada DEX, user biasanya dapat mengatur slippage tolerance.
- Slippage tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat dikelola.
Bagaimana Slippage Terjadi?
Order trading tidak selalu dieksekusi pada satu harga. Ketika trader menggunakan market order, platform akan mencocokkan transaksi dengan order terbaik yang tersedia di order book.
Misalnya, sisi jual pada order book BTC/USDT menampilkan:
- 0,2 BTC pada 100.000 USDT.
- 0,3 BTC pada 100.050 USDT.
- 0,5 BTC pada 100.100 USDT.
Jika trader membeli 0,8 BTC menggunakan market order, hanya 0,2 BTC yang dapat diperoleh pada harga 100.000 USDT. Sisa order harus mengambil liquidity pada harga 100.050 USDT dan 100.100 USDT.
Akibatnya, harga rata-rata pembelian menjadi lebih tinggi daripada harga pertama yang terlihat.
Penyebab Utama Slippage
1. Liquidity Rendah
Liquidity menunjukkan seberapa banyak order beli dan jual tersedia di dekat harga market.
Pair dengan liquidity tinggi biasanya memiliki order book yang lebih dalam. Transaksi dapat dieksekusi tanpa menggerakkan harga terlalu jauh.
Pada pair dengan liquidity rendah, hanya sedikit order yang tersedia. Market order berukuran kecil sekalipun dapat mengambil beberapa level harga sekaligus.
2. Volatilitas Tinggi
Harga kripto dapat berubah dalam hitungan detik. Ketika market bergerak cepat, harga dapat berubah antara saat trader mengirim order dan ketika sistem menyelesaikan eksekusinya.
Volatilitas biasanya meningkat ketika terjadi:
- Pengumuman data ekonomi.
- Berita mengenai regulasi.
- Listing token baru.
- Pergerakan besar Bitcoin.
- Liquidation dalam jumlah tinggi.
- Aktivitas whale.
- Perubahan sentimen market.
Slippage dapat meningkat tajam dalam kondisi tersebut.
3. Ukuran Order Terlalu Besar
Semakin besar ukuran transaksi dibandingkan liquidity yang tersedia, semakin banyak level harga yang perlu diambil.
Order senilai 100 USDT mungkin dapat dieksekusi pada satu harga. Namun, order senilai 100.000 USDT pada pair yang sama dapat mengambil beberapa lapisan order book.
Karena itu, volume trading harian saja tidak cukup untuk menilai liquidity. Trader juga perlu memeriksa market depth di sekitar harga saat ini.
4. Bid-Ask Spread Lebar
Bid-ask spread adalah selisih antara harga beli tertinggi dan harga jual terendah.
Spread yang lebar membuat harga market buy dan market sell memiliki jarak lebih besar. Kondisi ini sering ditemukan pada token baru, pair dengan volume rendah, atau saat market sedang tidak stabil.
Spread bukan slippage, tetapi dapat memperbesar selisih antara harga yang terlihat dan hasil transaksi.
5. Penggunaan Market Order
Market order memprioritaskan kecepatan eksekusi. Order akan mengambil harga terbaik yang tersedia sampai seluruh jumlah transaksi terpenuhi.
Trader tidak memiliki kendali penuh terhadap harga akhirnya. Karena itu, market order lebih rentan terhadap slippage.
Limit order memberikan kontrol harga yang lebih baik, tetapi memiliki risiko tidak terisi apabila market tidak mencapai harga yang ditentukan.
Slippage Positif dan Negatif
Slippage tidak selalu merugikan trader.
Slippage Negatif
Slippage negatif terjadi ketika harga eksekusi lebih buruk daripada harga yang diharapkan.
Contohnya:
- Trader ingin membeli pada 100 USDT.
- Order terekseskusi rata-rata pada 101 USDT.
Trader membayar lebih mahal daripada perkiraan awal.
Dalam transaksi jual, slippage negatif terjadi ketika aset terjual pada harga yang lebih rendah.
Slippage Positif
Slippage positif terjadi ketika trader memperoleh harga yang lebih baik.
Contohnya:
- Trader ingin membeli pada 100 USDT.
- Order terekseskusi pada 99,50 USDT.
Hasil ini dapat terjadi apabila harga bergerak menguntungkan sebelum order selesai diproses atau tersedia liquidity pada harga yang lebih baik.
Cara Menghitung Slippage
Slippage dapat dihitung menggunakan selisih antara harga eksekusi dan harga yang diharapkan.
Slippage = Harga Eksekusi − Harga yang Diharapkan
Untuk menghitung persentasenya:
Slippage (%) = (Harga Eksekusi − Harga yang Diharapkan) ÷ Harga yang Diharapkan × 100%
Sebagai contoh:
- Harga yang diharapkan: 1.000 USDT.
- Harga eksekusi: 1.005 USDT.
Slippage yang terjadi adalah 5 USDT atau sekitar 0,5%.
Pada transaksi besar, selisih kecil dalam persentase dapat menghasilkan dampak nominal yang signifikan.
Perbedaan Slippage dan Spread
Spread adalah selisih antara highest bid dan lowest ask sebelum transaksi dilakukan. Slippage adalah selisih antara harga yang diharapkan dan hasil rata-rata eksekusi.
Misalnya:
- Highest bid: 99 USDT.
- Lowest ask: 100 USDT.
- Spread: 1 USDT.
Jika trader membeli melalui market order dan harga rata-ratanya menjadi 101 USDT, transaksi tersebut terkena spread sekaligus slippage.
Trader perlu memperhitungkan keduanya karena biaya trading sebenarnya tidak hanya berasal dari trading fee.
Slippage pada Spot dan Futures
Slippage pada Spot
Pada Spot, slippage memengaruhi harga rata-rata pembelian atau penjualan aset.
Jika trader membeli dengan harga lebih tinggi akibat slippage, posisi membutuhkan kenaikan yang lebih besar untuk mencapai break-even. Namun, posisi Spot tidak terkena liquidation hanya karena perubahan harga selama tidak menggunakan margin atau pinjaman.
Slippage pada Futures
Pada Futures, dampak slippage dapat lebih besar karena posisi menggunakan margin dan mungkin melibatkan leverage.
Slippage dapat memengaruhi:
- Entry price.
- Exit price.
- Unrealized PnL.
- Stop-loss.
- Liquidation price.
- Margin yang tersisa.
Market order untuk menutup posisi saat volatilitas ekstrem juga dapat dieksekusi lebih buruk dari perkiraan. Leverage yang tinggi membuat selisih kecil pada harga memiliki dampak lebih besar terhadap modal.
Slippage pada Centralized Exchange dan DEX
Pada centralized exchange, slippage bergantung pada order book, spread, ukuran order, dan kecepatan perubahan harga.
Pada decentralized exchange, transaksi biasanya menggunakan liquidity pool. Harga dapat berubah berdasarkan ukuran swap dibandingkan liquidity yang tersedia.
DEX umumnya menyediakan pengaturan slippage tolerance. Pengaturan ini menentukan batas perubahan harga yang masih dapat diterima sebelum transaksi dibatalkan.
Slippage tolerance terlalu rendah dapat membuat transaksi gagal. Sebaliknya, toleransi terlalu tinggi dapat menyebabkan transaksi dieksekusi pada harga yang jauh lebih buruk, terutama ketika liquidity rendah atau network padat.
Cara Mengurangi Slippage
1. Gunakan Limit Order
Limit order memungkinkan trader menentukan harga maksimum untuk membeli atau harga minimum untuk menjual.
Order mungkin tidak langsung terisi, tetapi trader memiliki kontrol lebih besar terhadap harga eksekusi.
2. Periksa Order Book
Lihat jumlah order yang tersedia di dekat harga market. Order book yang tipis meningkatkan kemungkinan transaksi mengambil beberapa level harga.
Perhatikan juga spread dan konsentrasi liquidity pada sisi bid maupun ask.
3. Pecah Order Besar
Order besar dapat dibagi menjadi beberapa transaksi yang lebih kecil. Pendekatan ini dapat mengurangi dampak langsung terhadap harga.
Namun, trader tetap perlu memperhitungkan trading fee dan kemungkinan harga bergerak sebelum seluruh transaksi selesai.
4. Pilih Pair dengan Liquidity Tinggi
Pair dengan volume dan market depth tinggi biasanya memiliki spread lebih sempit serta eksekusi yang lebih efisien.
Pair utama seperti BTC atau ETH umumnya lebih likuid dibandingkan token baru dengan aktivitas trading rendah.
5. Hindari Market Sangat Volatil
Slippage cenderung meningkat selama pengumuman ekonomi, listing baru, atau pergerakan harga ekstrem.
Trader dapat menunggu kondisi lebih stabil apabila kecepatan transaksi bukan prioritas utama.
6. Sesuaikan Ukuran Posisi
Ukuran posisi perlu disesuaikan dengan liquidity market. Jangan hanya melihat saldo yang tersedia atau batas maksimum order.
Semakin besar transaksi dibandingkan kedalaman order book, semakin tinggi potensi slippage.
Kapan Market Order Tetap Dibutuhkan?
Market order tetap berguna ketika kecepatan eksekusi lebih penting daripada harga.
Contohnya:
- Menutup posisi yang bergerak cepat melawan trader.
- Mengurangi risiko saat volatilitas meningkat.
- Membeli atau menjual aset pada pair yang sangat likuid.
- Keluar dari posisi ketika kondisi awal trading sudah tidak valid.
Trader perlu menerima bahwa market order memberikan kepastian eksekusi lebih tinggi, tetapi tidak memberikan kepastian harga.
Sebaliknya, limit order memberikan kepastian harga, tetapi tidak menjamin order akan terisi.
Kesalahan Umum Terkait Slippage
1. Hanya Melihat Harga Terakhir
Last price menunjukkan transaksi terakhir, bukan jaminan harga untuk seluruh order.
2. Mengabaikan Market Depth
Volume harian tinggi belum tentu berarti seluruh level harga memiliki liquidity yang cukup.
3. Menggunakan Market Order pada Token Tidak Likuid
Order dapat mengambil banyak level harga dan menghasilkan average entry yang jauh lebih buruk.
4. Memasang Ukuran Posisi Terlalu Besar
Order yang terlalu besar dibandingkan order book dapat menciptakan slippage sendiri.
5. Mengabaikan Spread
Trader dapat mengalami kerugian awal meskipun harga market belum bergerak secara signifikan.
6. Menggunakan Leverage Tinggi
Pada Futures, slippage kecil dapat memperbesar kerugian dan mendekatkan posisi ke liquidation.
Cara Memeriksa Slippage di MEXC
Pada interface trading MEXC, user dapat memeriksa order book sebelum melakukan transaksi Spot atau Futures.
Beberapa informasi yang perlu diperhatikan meliputi:
- Highest bid.
- Lowest ask.
- Bid-ask spread.
- Jumlah aset pada setiap level harga.
- Total liquidity di dekat harga market.
- Recent trades.
- Volume trading.
- Jenis order yang digunakan.
Market order dapat digunakan untuk eksekusi cepat, sedangkan limit order memberikan kontrol lebih besar terhadap harga. Sebelum mengonfirmasi transaksi, periksa kembali pair, jumlah aset, dan estimasi nilai order.
Ketersediaan jenis order, minimum transaksi, dan struktur fee dapat berbeda berdasarkan market serta produk yang digunakan.
Apakah Slippage Bisa Dihilangkan?
Slippage tidak dapat dihilangkan sepenuhnya karena harga dan liquidity terus berubah. Bahkan market yang sangat likuid tetap dapat mengalami slippage ketika volatilitas meningkat atau order berukuran sangat besar.
Tujuan trader bukan menghindari seluruh slippage, melainkan menjaga dampaknya tetap sesuai dengan strategi dan toleransi risiko.
Penggunaan limit order, pemilihan pair yang likuid, ukuran posisi yang wajar, serta pemeriksaan order book dapat membantu menghasilkan eksekusi yang lebih terkontrol.
Kesimpulan
Slippage adalah perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga rata-rata saat transaksi benar-benar dieksekusi. Kondisi ini terjadi karena perubahan harga, keterbatasan liquidity, spread, ukuran order, dan jenis order yang digunakan.
Market order lebih rentan terhadap slippage karena mengambil liquidity yang tersedia pada beberapa level harga. Limit order dapat mengurangi risiko tersebut, tetapi order belum tentu terisi.
Pada Spot, slippage memengaruhi harga rata-rata pembelian atau penjualan. Pada Futures, dampaknya dapat lebih besar karena leverage membuat perubahan kecil pada harga berpengaruh langsung terhadap PnL dan risiko liquidation.
Sebelum melakukan transaksi, trader perlu memeriksa spread, order book, market depth, dan ukuran posisi. Slippage merupakan bagian dari mekanisme market, tetapi dampaknya dapat dikurangi melalui eksekusi dan risk management yang tepat.
Tentang MEXC
MEXC merupakan exchange cryptocurrency dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan dipercaya oleh lebih dari 40 juta user di lebih dari 170 market. Dibangun dengan filosofi yang mengutamakan user, MEXC menawarkan akses ke lebih dari 3.000 aset digital melalui berbagai produk trading.
Sebagai Gateway to Infinite Opportunities, MEXC menyediakan berbagai market Spot dan Futures yang dilengkapi order book, recent trades, chart, serta beberapa jenis order untuk membantu user menjalankan strategi trading.
MEXC Official Website|X|Telegram|How to Sign Up on MEXC
Untuk pertanyaan media, silakan hubungi tim PR MEXC: media@mexc.com.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar
